Kampung Adat Bondo Maroto di Sumba Barat Terbakar

191
Warga kerumuni Kampung Adat Maroto di detik-detik kebakaran - Foto: Yuotube

KUPANG — Kampung adat Bondo Maroto, salah satu destinasi wisata budaya di Kabupaten Sumba Barat, Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (11/9) dini hari ludes terbakar.

“Iya betul, ada Kampung Adat Bondo Maroto terbakar tadi malam (Senin, 10/9) sekitar Jam 12.00 Wita,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur membenarkan peristiwa kebakaran kampung ada itu ketika dikonfirmasi di Kupang, Selasa (11/9/2018).

Ia mengatakan, telah mengonfirmasi pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat yang telah membenarkan adanya kebakaran kampung adat itu.

Dijelaskannya, diketahui kebakaran tersebut melenyapkan sebanyak 16 rumah adat dari total sebanyak 17 rumah adat di Kampung Adat Bondo Maroto.

Menurutnya, dugaan kuat sambaran api bermula dari sebuah rumah adat yang baru selesai dibangun. Rumah adat baru tersebut tidak memiliki atap berpuncak seperti rumah adat Sumba pada umumnya.

“Jadi sumbernya tidak dari hubungan pendek arus listrik karena di kampung adat itu belum ada instalasi listrik,” katanya.

Marius mengatakan, kondisi api sudah berhasil dipadamkan dan saat ini sedang dalam penanganan pemerintah kabupaten setempat dengan membangun tenda-tenda darurat.

“Pihak Kepolisian setempat juga sudah mengamankan lokasi untuk penyelidikan lebih lanjut terkait dampak kebakaran itu,” katanya.

Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Sumba Barat, Viktor Umbu Sulung yang dikonfirmasi di Kupang, mengatakan belasan rumah adat di Desa Kalambe Kuni, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat itu merupakan salah satu kampung adat masyarakat setempat.

“Hanya satu rumah saja yang tidak terbakar dalam peristiwa itu,” kata Umbu.

Ia mengatakan, kebakaran itu berlangsung dengan cepat karena seluruh bangunan rumah adat beratap alang-alang. “Api dengan cepat merembet kesemua bangunan yang ada di kampung adat itu,”kata Umbu.

Umbu mengaku belum mengetahui penyebab terjadinya kasus kebakaran 16 rumah adat Bondo Maroto yang merupakan salah satu situs budaya di daerah itu.

“Penyebabnya belum diketahui karena peristiwa kebakaran ini terjadi pada malam hari. Ada yang informasi yang menyatakan akibat lampu pertomax namun belum bisa dipastikan,” tegas Umbu.

Ia mengatakan, peritiwa kebakaran itu tidak menyebabkan adanya korban jiwa namun sekitar 28 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.