Karanganyar Lepas Enam Atlet Asian Para Games 2018

Editor: Satmoko Budi Santoso

168

SOLO – Kabupaten Karanganyar, Solo, Jawa Tengah melepas enam atlet yang akan berlaga dalam Asian Para Games 2018. Enam atlet yang siap mengharumkan bangsa Indonesia ini di antaranya atlet voli duduk, bulu tangkis, paracycling, lawn ball dan atletik.

Ketua National Paralympic Committe (NPC) Kabupaten Karanganyar, Nano Suparno mengatakan, keenam atlet Asian Para Games telah disiapkan secara khusus untuk bisa tampil maksimal. Atlet yang dikirim merupakan atlet yang sebelumnya telah berlaga, baik di Asian Para Games 2017 lalu maupun pada 2014 lalu.

“Beberapa atlet sudah bisa membawa pulang medali dalam Asian Para Games yang lalu. Baik perunggu maupun perak,” papar Nano kepada awak media, Jumat (14/9/2018).

Pada Asian Para Games 2014 lalu misalnya, atlet dari Karanganyar mampu membawa pulang dua mendali perak dan satu perunggu. Untuk Asian Para Games 2018, pihaknya pun tidak menarget khusus. “Tidak ada target khusus. Yang kita harapkan tampil maksimal dan sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” terang dia.

Meski telah siap menjalani pertandingan, keenam atlet ini masih akan digembleng dan pendampingan oleh palatih nasional (Pelatnas). NPC Karanganyar mempercayakan kepada seluruh atlet, terlebih pemerintah pusat telah memastikan bagi mereka yang mampu meraih medali akan mendapat bonus yang menggiurkan.

Sejumlah atlet juga tidak berani mematok target tinggi karena pesaing-pesaing dari berbagai negara tidak bisa dianggap ringan. Bahkan, meski dalam Asian Para Games 2017 di Malaysia mampu menorehkan emas, namun untuk tahun ini dirinya belum berani.

“Saya tahu kemampuan atlet yang akan bersaing di Asian Para Games tahun ini. Jelas tidak bisa dibandingkan dengan tahun lalu. Untuk saat ini saya hanya menarget perak atau perunggu,” kata Wagiyo, salah satu atlet atletik.

Menurut Wagiyo, keikutsertaan dalam Asian Para Games ini, kali kedua. Pada 2017 lalu ia mampu membawa pulang medali emas melalui cabang olah raga lompat jauh. Kendati demikian, jumlah peserta yang jauh lebih banyak dibanding pada 2017 lalu menjadi tantangan besar untuk bisa mempertahankan gelar juara.

“Kalau 2017 peserta hanya 11 negara di Asia Tenggara. Kalau 2018 ini peserta 41 negara, jelas jauh berbeda, pasti ada lawan-lawan tangguh,” ungkap pria asal Tasikmadu yang mengaku juga disiapkan untuk cabor lari jarak pendek nomor 100 meter dan 200 meter.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.