Kedungkandang Rintis Dibangunnya Koperasi Tabur Puja

Editor: Koko Triarko

1.630
MALANG – Sejak April 2018, Kelurahan Kedungkandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang sebagai salah satu penerima program Desa Mandiri Lestari Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri), mulai merintis pembangunan koperasi sebagai upaya pemberdayaan ekonomi.
Manajer Umum Koperasi Desa Mandiri Lestari Kedungkandang, Arif Adi Rendra, menjelaskan, koperasi di Desa Mandiri Lestari Kedungkandang saat ini telah memiliki kepengurusan, yang terdiri dari manajer umum, manajer simpan pinjam atau tabur puja, dua orang supervisor dan satu admin. Sedangkan untuk sistem peminjamannya sendiri hampir sama dengan sistem peminjaman koperasi pada umumnya, yaitu harus membentuk kelompok.
Manajer Umum Koperasi Desa Mandiri Lestari Kedungkandang, Arif Adi Rendra, bersama pengurus koperasi lainnya -Foto: Agus Nurchaliq
“Hingga sekarang sudah terbentuk lima kelompok, dengan total anggota 280 orang. Mereka yang menjadi anggota koperasi merupakan masyarakat prasejahtera, namun memiliki komitmen untuk usaha,” jelasnya.
Menurutnya, kelompok-kelompok inilah yang nantinya harus punya mekanisme simpanan pokok, simpanan wajib serta simpanan sukarela. Dan, di dalam kelompok tersebut juga harus ada yang namanya pengurus seperti kabid ekonomi, admin dan kasir. Mereka juga akan didampingi oleh supervisor dari koperasi.
“Kelompok inilah nantinya yang bisa mengajukan permohonan untuk peminjaman kepada Koperasi Desa Mandiri Lestari di tingkat kelurahan, kemudian diverifikasi oleh supervisor sampai akhirnya permohonan itu di ACC oleh kelompok mereka sendiri,” ujarnya.
Besar pinjaman yang bisa diberikan diperkirakan Rp2 juta per orang, tanpa agunan dan sifatnya tanggung renteng bersama anggota kelompok lainnya, sehingga mereka tidak hanya bertanggungjawab pada diri sendiri, tetapi juga bertanggungjawab pada kelompoknya. Inilah yang membedakan simpan pinjam Tabur Puja dengan jenis pinjaman lainnya.
“Kita dorong mereka untuk pinjam uang bukan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi benar-benar digunakan sebagai modal usaha. Dan, pinjaman ini boleh juga digunakan bagi mereka yang belum punya modal usaha,” sebutnya.
Dengan terbentuknya lima kelompok ini, pihaknya pun berharap bisa segera direalisasikan pencairan anggaran simpan pinjam Tabur Puja dari Damandiri.
Lebih lanjut, Rendra mengatakan, Yayasan Damandiri juga terus memantau infrastruktur ketersediaan kantor koperasi, dengan memberikan bantuan dana untuk merenovasi kantor koperasi yang kini menempati ruangan yang dulu digunakan sebagai tempat PKK, di area Kantor Kelurahan Kedungkandang.
“Alhamdulillah, Yayasan Damandiri memberikan dana bantuan sebesar Rp28.851.000, untuk merenovasi kantor koperasi. Serta bantuan berupa tujuh unit laptop dan printer untuk dipergunakan di kantor koperasi, dan didistribusikan kepada kelompok agar mempermudah kerja mereka dalam mengelola laporan keuangan,” terangnya.
Sementara itu diakui Rendra, koperasi yang dirintis sejak April 2018 tersebut belum bisa berdiri sendiri, karena belum berbadan hukum, sehingga masih di bawah  unit otonom KUD Subur yang berada di daerah Buring.
“Awalnya di Kedungkandang ini tidak ada koperasi yang bisa mewadahi program ini, akhirnya karena persyaratan badan usaha koperasi harus berbadan hukum dan di Kedungkandang  tidak ada koperasi yang representatif seperti itu. Maka, kami bekerja sama dengan KUD Subur yang ada di daerah Buring sampai terbentuknya Koperasi Desa Mandiri Lestari sendiri,” ungkapnya.
Ia menargetkan, tahun depan Koperasi Desa Mandiri Lestari sudah bisa berdiri sendiri. Dengan hadirnya Koperasi Desa Mandiri Lestari di tengah-tengah masyarakat, diharapkan bisa menjadi sebuah mercusuar bagi program pemberdayaan ekonomi maupun sosial di Kelurahan Kedungkandang.
Baca Juga
Lihat juga...