Kekeringan, UKBAT Sendangsari Berhenti Produksi

Editor: Mahadeva WS

158

YOGYAKARTA – Terhentinya aliran air irigasi di musim kemarau ini, mengakibatkan produksi benih ikan di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB), Unit Kerja Budidaya Air Tawar (UKBAT) Sendangsari, Pengasih Kulunprogo terhenti.

90 persen dari kolam seluas 1,7 hektar yang dimiliki UKBAT Sendangsari, kering akibat tidak teraliri air sejak Juli 2018 lalu. Sampai saat ini, UKBAT Sendangsari hanya mengandalkan sisa-sisa genangan air saat musim hujan lalu. “Tahun ini (tingkat kekeringan) paling parah, dari yang pernah terjadi sebelumnya. 90 persen kolam tidak teraliri air sama sekali,” ujar pengelola UKBAT Sendangsari, Joko, Senin (10/9/2018).

UKBAT Sendangsari, fokus melakukan pembenihan ikan gurami. Selama ini, mengandalkan aliran air dari irigasi Waduk Sermo, dan Bendungan Kali Bawang. Namun, menyusutnya debit air di waduk sermo, serta adanya perbaikan bendungan Kalibawang, mengakibatkan aliran air ke UKBAT Sendangsari terhenti. “Biasanya saat musim kemarau, kekeringan paling parah hanya mengakibatkan 50-60 persen kolam tidak teraliri. Tapi sekarang ada 90 persen kolam yang tidak teraliri,” tandasnya.

Salah seorang pengelola UKBAT Sendangsari Pengasih Kulonprogo, Joko tengah melayani pembeli – Foto: Jatmika H Kusmargana

Selain mengakibatkan 30 persen ikan calon indukan mati, kekeringan ini juga berakibat, berhentinya produksi benih ikan gurami secara total. Dapat dipastikan, target produksi benih di 2018 di UKBAT Sendangsari, sebanyak satu juta benih ikan gurami tidak terpenuhi.

“Kita ditargetkan tahun 2018 ini bisa memproduksi sebanyak 1 juta benih ikan gurami. Tapi saat ini kita baru mencapai kurang dari 50 persen saja. Sehingga sulit jika harus mencapai target di akhir tahun. Sebab di 2017 lalu, kita hanya bisa mencapai 70 persen dari target yang ditetapkan,” ungkapnya.

Sebagai satu-satunya Unit Kerja Budidaya Air Tawar milik pemerintah yang menghasilkan benih ikan gurami di Kulonprogo, UKBAT Sendangsari selama ini menjadi rujukan peternak ikan gurami di Kulonprogo. Meski belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan yang ada, paling tidak adanya UKBAT Sendangsari dapat memenuhi 30 persen benih ikan gurami di Kulonprogo.

“Sebenarnya saat tidak ada air di musim kemarau seperti sekarang ini, bisa diatasi dengan memanfaatkan air sumur. Namun sampai saat ini kita belum memiliki. Jadi satu-satunya sumber air berasal dari air irigasi,” katanya.

Selain memproduksi benih ikan gurami, UKBAT Sendangsari juga ditargetkan mampu menghasilkan ikan indukan gurami. Untuk indukan, targetnya 75 paket indukkan, yang terdiri dari satu ekor jantan dan tiga ekor betina gurami setiap paketnya.

Baca Juga
Lihat juga...