Kelompok Baca ‘Akar Teka Anak’ di Sikka, Terima Bantuan

Editor: Makmun Hidayat

173

MAUMERE — Kelompok baca dan taman bacaan mulai bermunculan beberapa tahun belakangan ditengah menggeliatnya gerakan literasi di negeri ini, tak terkecuali kelompok baca Akar Teka Anak di Kabupaten Sikka yang didirikan tahun 2010 silam.

“Awalnya kami memulai dari teras rumah saya di lorong Angkasa Kelurahan Waioti kota Maumere. Saat sore hari saya mengumpulkan anak-anak untuk belajar membaca,” sebut Josef Edison, pendiri rumah baca Akar Teka Anak, Sabtu (15/9/2018).

Kini kelompok ini sebut Edison, mulai diikuti oleh 29 kelompok baca lainnya dan yang tergolong aktif sebanyak 26 kelompok dimana dirinya hampir setiap minggu saat ada waktu luang selalu menyempatkan bermain dengan anak-anak di kelompok baca tersebut.

“Kelompok baca ini semuanya dilakukan secara swadaya, buku-bukunya merupakan bantuan dari berbagai pihak yang peduli, baik yang ada di Sikka maupun dari luar daerah memberikan bantuan buku,” tuturnya.

Kelompok baca ini, kata Edison, juga didirikan di Desa Done, Kecamatan Magepanda, 31 Kilometer arah utara kota Maumere, di Pulau Kojagete dan Kojadoi, Pulau Pemana serta satu lainnya di Desa Wairterang, kecamatan Waigete, sekitar 30 kilometer arah timur kota Maumere.

“Kalau kelompok baca di rumah saya memulai kegiatan sejak pukul 16.00 sampai 19.00 WITA dan pesertanya bukan saja anak-anak, pelajar SMP dan SMA, tetapi juga diikuti oleh para mahasiswa,” tuturnya.

Edison mengaku berterima kasih sebab kelompok bacanya bisa mendapatkan bantuan dari PT. Pelindo III Cabang Maumere dan dana yang diterima akan dipergunakan untuk membeli rak buku dan perlengkapan untuk rumah baca.

Josef Edison (kiri) sedang menurunkan buku-buku dari perahu untuk dibagikan kepada kelompok baca di Pulau Kojadoi, Kabupaten Sikka – Foto: Ebed de Rosary

“Kami sudah punya buku-buku dan rak juga, tapi jumlahnya masih kurang. Kendala kami pada tempat, dana ini akan kami gunakan untuk membuat rumah baca,” tuturnya.

Ganeral Manajer PT Pelindo III Cabang Maumere, Yuvensius Andri Kartiko, menyebut jumlah bantuan yang diserahkan tidak sesuai dengan proposal yang diusulkan oleh masing-masing lembaga atau kelompok.

“Tolong jangan melihat jumlahnya, tetapi kepedulian manajemen PT Pelindo III kepada masyarakat sekitar. Memang bantuan yang diberikan tidak sesuai dengan proposal yang diajukan,” sebutnya.

PT. Pelindo III Cabang Maumere, kata Andri, tidak bisa lepas dari masyarakat sekitar, karena ketika perusahaan semakin besar dan maju maka wajib peduli dengan lingkungan masyarakat sekitarnya.

“Bantuan ini diberikan kepada rumah ibadah, lembaga pendidikan dan latihan serta kelompok baca yang tersebar di beberapa wilayah di kota Maumere maupun di luar kota,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.