Kembangkan Peternakan di NTT, Pakan Hijauan Harus Disiapkan

207
Ilustrasi -Dok: CDN
KUPANG – Pengamat peternakan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Stefanus Tani Temu, mengatakan NTT harus mempersiapkan dahulu perbaikan hijauan pakan jika ingin meningkatkan produksi sapi di daerah itu.
“Upaya untuk meningkatkan produksi sapi dan ternak lainnya harus mempersiapkan dahulu perbaikan hijauan pakan dan yang lainnya, terutama di pulau Timor dan Sumba,” katanya, di Kupang, Jumat (14/9/2018).
Hal ini disampaikan, menanggapi pernyataan Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat, yang mengatakan akan mengoptimalkan komoditas unggulan, salah satunya sektor peternakan, mengingat sejauh ini belum berjalan dengan baik.
Menurutnya, cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan atau mempersiapkan pakan ternak adalah dengan memperkenalkan legum merambat di padang penggembalaan.
Hal ini sangat penting, karena memang selama ini NTT walaupun sudah memiliki banyak sapi, tetapi kawasan penggembalaan selalu kering jika sudah memasuki musim kemarau.
“Kalau pakan (makanan ternak) tidak dipersiapkan terlebih dahulu, maka angan-angan ternak akan menjadi komoditas andalan dari NTT tidak akan terwujud, dan hal ini sudah terbukti di masa lalu,” katanya.
Sebutan NTT sebagai provinsi ternak, katanya, hanya tetap akan menjadi gudang saja, sedangkan ternaknya masih kurang.
“Kalau hal ini terjadi, termasuk manajemen peternakan tidak diperbaiki, maka NTT akan seperti sekarang, yang kita lihat khusus peternakannya,” tambahnya.
Lebih lanjut, dosen Peternakan itu juga menambahkan pihaknya berencana menggelar acar Dialog Flobamora bersama Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat, dan seluruh bupati serta walikota se-Provinsi NTT pada 10 Oktober 2018.
Dalam dialog itu akan ada juga investor peternakan, pihak bank untuk pengembangan peternakan lima tahun ke depan.
“Kalau Gubernur dan bupati-walikota bersedia hadir pada saat itu, maka di saat itu potensi dan permasalahan peternakan akan didiskusikan bersama untuk mencari jalan keluar atau solusi bersama terbaik, demi masyarakat petani ternak yang lebih sejahtera,” katanya. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...