Kemensos Gelontorkan Bantuan Rp65 Miliar untuk KPM Gianyar

Editor: Makmun Hidayat

289

GIANYAR — Sebanyak 10.989 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Gianyar mendapatkan bantuan non tunai sepanjang tahun 2018. Dan, 17.346 KPM berhak atas bantuan 10 kg beras sejahtera (Rastra) setiap bulannya melalui program Kementerian Sosial RI.

Andi ZA Dulung saat penyerahan bantuan secara simbolik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) – Foto: Sultan Anshori

Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Andi ZA Dulung mengatakan, Kabupaten Gianyar khususnya, dan Provinsi Bali pada umumnya merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kemiskinan cukup rendah (tidak lebih dari 6 persen), jauh dibawah garis kemiskinan nasional yang mencapai persentase di angka 9,82 persen.

“Saya sangat apresiasi pencapaian tersebut. Namun, memang kemiskinan tidak dapat benar-benar dientaskan. Maka, bantuan dari pemerintah diharapkan dapat berguna untuk kelangsungan hidup bermasyarakat. Sasarannya jelas, untuk biaya pendidikan, kesehatan, lansia, dan penyandang disabilitas,” ucap Dirjen Andi ZA Dulung saat penyerahan bantuan secara simbolik di Balai Budaya Gianyar, Minggu (16/9/2018).

Andi berharap, angka KPM dapat berkurang setiap tahunnya, dan para KPM mampu berwirausaha secara mandiri, kemudian melepas statusnya sebagai bagian dari Program Keluarga Harapan (PKH). Pihaknya, berkoordinasi dengan OPD di setiap kabupaten/kota untuk menyiapkan program pemberdayaan berwirausaha.

”Kita siapkan segera, semoga bisa terwujud akhir November. Nantinya, PKH tinggal lapor ke Dinsos untuk berkonsultasi membangun usaha yang memungkinkan,”ucapnya.

Andi juga menyinggung tentang pencapaian luar biasa bangsa Indonesia saat ini dalam menurunkan angka kemiskinan. Hal ini tak terlepas dari kebijakan pemerintah yang mengupayakan arah bantuan secara tepat sasaran. Juga koordinasi dari pusat ke daerah, untuk menstabilkan bahan-bahan pokok, semua bahu membahu.

”Dalam sejarah, pertama kalinya Indonesia mampu menekan kemiskinan sampai di bawah 10 persen,” imbuh Andi.

Sementara itu, Plh Bupati Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya, mengatakan bantuan pemerintah pusat menjadi motivasi bagi Pemda Gianyar untuk melaksanakan berbagai program penanggulangan kemiskinan.

Dia juga sampaikan terima kasih terhadap Kemensos RI. Sebab, pada tahun 2018, Kabupaten Gianyar telah menerima bantuan PKH sebanyak Rp19 miliar lebih, santunan kematian akibat bencana alam sebesar Rp30 juta, bantuan Rastra sekitar Rp45 miliar lebih, bantuan bagi penyandang disabilitas sejumlah Rp300 juta, dan bantuan kearifan lokal mencapai Rp50 juta.

“Seluruh bantuan tersebut sangat berarti untuk warga kami, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh para KPM di Kabupaten Gianyar. Kami akan selalu bekerja keras untuk semakin menekan angka kemiskinan hingga di garis terendah,” ucap Wisnu Wijaya yang juga Sekda Kabupaten Gianyar itu.

Ni Ketut Astini, salah satu KPM asal Tampaksiring sangat antusias mendapatkan bantuan tersebut. Dia menilai, perhatian pemerintah terhadap warga miskin begitu besar, maksimal dan dilaksanakan secara serius. Dia berharap, perhatian tersebut tidak pernah diputus, sembari berjanji akan berusaha keras untuk menaikkan taraf kehidupannya.

”Dengan modal bantuan ini, saya akan berusaha untuk melakukan sesuatu, sedikit demi sedikit, supaya bisa menjadi lebih sejahtera kedepannya,” ucap wanita beranak satu itu.

Baca Juga
DPRD Kalsel Perjuangkan Kesamaan Hak Penyandang Di... BANJARMASIN - DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) akan mengonsultasikan permasalahan penyandang disabilitas di provinsinya dengan Kementerian Sosial (Kem...
Diskominfo Gianyar Gelar Evaluasi dan Monitoring P... GIANYAR - Dengan dikeluarkannya Permendagri nomor 3 tahun 2017 tentang Pedoman Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi (PPID), Kementerian Dal...
Kemensos Tingkatkan Kualitas SDM PKH di Sulut MANADO - Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Harry Hikmat mengatakan akan meningkatkan kualitas sumber daya manus...