Kementan Kembangkan Potensi Sentra Benih Jeruk Purworejo

240
Ilustrasi

JAKARTA — Kementerian Pertanian berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi buah jeruk, salah satunya melalui pengembangan sentra benih jeruk di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan bahwa Kabupaten Purworejo dikenal sebagai sentra benih jeruk untuk memenuhi kebutuhan petani jeruk, baik di kabupaten sekitarnya maupun antarpulau.

Kelompok tani penangkar jeruk dan buah lainnya seperti mangga, manggis, jambu kristal, jambu bol, nangka, blimbing, alpukat, durian dengan berbagai varietas kembali dilirik oleh provinsi provinsi lain seperti Sumatera, Kalimantan Sulawesi, dan Bali.

“Luas lahan budi daya jeruk sudah mencapai 50.000 hektare tersebar di sebagian besar kabupaten. Ini sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menggenjot produksi dan mensejahterakan petani,” katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Suwandi yang telah mengunjungi sentra pembibitan jeruk di Purworejo, tersebut mengatakan jeruk merupakan komoditas strategis substitusi impor. Benih dikembangkan besar besaran guna mencukupi pengembangan kawasan.

Suwandi menegaskan sistem perbenihan harus diperkuat mengingat benih sebagai penciri produksi dan pondasi pertanian ada di benih. Pada 2018 ini sudah didistribusikan 10 juta benih jeruk setara 25.000 hektare. Hasil panen akan terlihat 2,5 tahun hingga 3 tahun ke depan.

Sementara itu, Direktur Buah dan Florikultura Sarwo Edhy menambahkan dengan adanya pemenuhan bibit buah-buahan ini, diharapkan kesejahteraan petani buah akan meningkat. Produk buah Indonesia meningkat bertujuan untuk memenuhi pasar domestik.

Salah satu tempat penangkaran Jeruk dan buah lainnya berada di desa Karangduwur, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo. Proses produksi benih ini dikelola oleh salah satu anggota Kelompok Tani Penangkar, Eko.

Eko mengatakan jumlah produksi benih jeruk Purworejo mencapat 1 juta benih setahun dengan wilayah pemasaran di Jawa dan sejumlah kabupaten di luar Jawa. Harga benih bervariasi sesuai varietas, ukuran tinggi pohon dan komoditasnya.

“Di sini dikembangkan berbagai varietas benih jeruk yaitu varietas siam madu, trigas, batu 55, RGL, siam banjar, tejakula, sabilulungan, dengan harga Rp7.500 hingga Rp12.500 per pohon,” kata dia.

Sementara itu, benih Durian otong, siminang, matahari, bawor, ktomo banyumas dijual dengan harga Rp15.000 sampai Rp25.000 per pohon. Sedangkan benih nangka sikandel Rp15.000 sampai Rp20.000 per pohon.

Selanjutnya, diungkapkan Eko, benih Mangga Arumanis, Simanalagi, Gedonggincu, Gadung harga Rp10.000 hingga Rp15.000, sedangkan Manggis Kaligesing dengan harga berkisar Rp15.000 sampai Rp20.000 per pohon. Jambu kristal Rp15.000 hingga Rp20.000 per pohon dan jambu bol Rp15.000 hingga Rp20.000 per pohon.

“Harga harga tersebut tergantung varietas dan ukuran dari pohon tersebut. Bahkan ini benih sengon atau jinjing Rp1.500 perbatang,” jelasnya.

Eko pun mengungkapkan anggota Kelompok Tani Penangkar di lokasi tersebut sangat antusias mendengar bahwa bibit buah-buahan tersebut banyak dibutuhkan masyarakat berkaitan dengan program pengembangan kawasan buah buahan yang merupakan salah satu program pemerintah.

“Para Penangkar semangat untuk memproduksi bibit buah-buahan yang unggul, bermutu dan bersertifikat sesuai anjuran pemerintah,” ungkapnya. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...