Kendalikan Konsumsi Tembakau, Ciptakan Generasi Sehat

Editor: Satmoko Budi Santoso

200

DENPASAR – Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengapresiasi Konferensi Asia Pasifik ke-12 tentang Pengendalian Tembakau (APACT 12th) digelar di Bali pada 13-15 September.

Konferensi yang bertajuk “Pengendalian Tembakau untuk Pembangunan yang Berkelanjutan Guna Memastikan Generasi yang Sehat” berfokus membahas isu-isu strategis gerakan pengendalian tembakau di Indonesia.

Selaras dengan semangat pemerintah Provinsi Bali untuk mengurangi penggunaan rokok bagi masyarakat. Hal itu sudah menjadi komitmen bersama dengan dikeluarkannya Perda KTR No.10 Tahun 2011.

“Ya kami sangat mendukung kegiatan APACT karena sesuai dengan cita-cita kami untuk zero penggunaan rokok. Lagi pula kami sudah memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) No. 10 Tahun 2011. Itu sudah diimplementasikan di seluruh kabupaten dan kota di Bali,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. I Ketut Suarjaya, Jumat (14/9/2018).

Selain berkomitmen pengurangan perokok aktif, target besarnya juga mengurangi perokok pasif.

Namun, Suarjaya mengakui, hingga saat ini penggunaan rokok di Bali cukup tinggi terutama di kalangan remaja. Dari data yang dimiliki, diketahui jumlah perokok di Bali sekitar 36 persen  jumlah penduduk Bali yang berjumlah dua juta orang lebih.

“Nah dari 36 persen itu,10 persennya adalah kalangan remaja,” kata Suarjaya lagi.

Namun, pihaknya berjanji akan terus menyosialisasikan bahaya rokok terhadap masyarakat Bali. Dengan dua tujuan utama, yang pertama membantu mengurangi masalah kemiskinan di tengah-tengah masyarakat.

Karena berdasarkan survei, rokok merupakan beban pengeluaran kedua setelah beras. Kedua, tentu untuk menyehatkan masyarakat dengan mengurangi penyakit yang disebabkan oleh rokok.

“Karena tren penyakit tidak menular cukup meningkat di Bali. Penyakit seperti stroke, hipertensi, jantung, kanker, penyakit paru sebagainya besar disebabkan oleh rokok. Oleh sebab itu, kami perlu kerja sama semua pihak termasuk dari kalangan keluarga untuk melarang penggunaan rokok terutama bagi anak,” pungkas Suarjaya.

Seperti yang diketahui, Konferensi Asia Pasifik ke-12 tentang Pengendalian Tembakau (APACT 12th) digelar di Bali pada 13-15 September. Konferensi bertajuk “Pengendalian Tembakau untuk Pembangunan yang Berkelanjutan guna Memastikan Generasi yang Sehat”,  berfokus membahas isu-isu strategis gerakan pengendalian tembakau di Indonesia.

Baca Juga
Lihat juga...