Kendalikan Limbah, Balikpapan Bangun IPAL Komunal Apung

Editor: Mahadeva WS

162
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto – Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di kawasan Balikpapan Barat. Sarana tersebut dibutuhkan untuk mengolah limbah rumah tangga.

Alasan dipilihnya Balikpapan Barat, karena di kawasan tersebut sanitasinya belum terkelola dengan baik. Rata-rata bangunan perumahan berada di perkampungan yang berada di atas air. “Di perumahan kampung atas air, ada banyak warga yang tinggal, sehingga perlu dikelola dengan septic tank dan ini menjadi alasan kami mengajukan pembangunan IPAL komunal,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto, Rabu (12/9/2018).

IPAL Komunal yang dibangun, nantinya akan menampung limbah biologis masyarakat, agar tidak mencemari laut. Mengingat kawasan pemukiman atas air, sangat bersentuhan dengan laut, sehingga apabila sanitasinya tidak dikelola dengan baik akan mencemari laut.

Suryanto menilai, kawasan yang sanitasinya belum berjalan baik rata-rata di perkampungan atas air yang ada di Kecamatan Balikpapan Barat. Untuk warga yang kurang, dibantu pembangunan IPAL komunal yang mengapung di laut. “Untuk warga yang mampu diharapkan dapat membangun septic tank sendiri karena IPAL Komunal untuk warga kategori kurang mampu,” tandasnya.

Perencanaan pembangunan sudah dibicarakan hingga ke Kementerian Lingkungan Hidup. “Kenapa disebut IPAL komunal mengapung, maka nantinya IPAL itu juga tersambung dengan septic tank dari toilet milik warga. Rencananya itu sudah dibahas hingga ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” tambah Suryanto.

Suryanto menambahkan limbah rumah tangga tersebut, akan diproduksi menjadi kompos di TPA Manggar, yang merupakan pembuangan akhir dari keseluruhan sampah di Balikpapan. “Upaya mengendalikan limbah yang dilakukan dengan cara itu, termasuk limbah biologis manusia,” tutup Suryanto.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.