Kepala Dearah Diminta Bersinergi Bangun NTB

Editor: Mahadeva WS

172
Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkiflimansyah  - Foto Turmuzi

MATARAM – Dalam upaya membangun dan memajukan perkonomian Nusa Tenggara Barat (NTB), bupati dan walikota baru, diharapkan bisa menjalin sinergitas yang baik dengan Pemprov NTB.

Hal itu disampaikan Gubernur NTB, Zulkiflimansyah, usai melantik Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, Drs. H. Sukiman Azmi, MM  dan H. Rumaksi SJ, S.H serta Walikota dan Wakil Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE dan Feri Sofiyan, SH, Rabu (26/9/2018). “Sinergitas antara bupati walikota dengan Pemprov itu sangat penting, terutama terkait rogram pembangunan” kata Zulkiflimansyah.

Melalui sinergitas dan koordinasi, setiap agenda dan program pembangunan, baik yang berasal dari pemerintah pusat, provinsi maupun agenda kabupaten dan kota, bisa berlangsung sukses. Sehingga akan memberikan dampak terhadap prekonomian masyarakat.

Menurutnya, menjadi gubernur, bupati ataupun walikota, di era yang serba terbuka, harus disikapi dengan cara yang berbeda. Kepala daerah bukan lagi seorang penguasa ataupun raja. “Siapa yang berani menjadi Gubernur, siapa yang berani menjadi bupati, adalah mereka yang punya kesadaran untuk berkorban lebih banyak dibandingkan masyarakat,” tandasnya.

Zulkiflimansyah menyebut, saat ini bukan eranya pimpinan daerah yang feodal. Pimpinan daerah, tidak bisa hanya menguntungkan kelompok tertentu. Tugas kepala daerah adalah menjadi pelayan masyarakat, membuat iklim sejuk, memastikan daerah kondusif untuk bisnis terutama di komoditi investasi.

Khusus untuk kepala daerah terdampak gempa, bupati baru diharapkan bisa mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Menyemangati masyarakat terdampak, untuk berbenah melakukan apa yang bisa dilakukan, tanpa harus menunggu bantuan dari luar.

Alwan, salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Lombok Timur berharap, Bupati Lombok Timur yang baru bisa merealisasikan janji politiknya. Terutama membangun prekonomian masyarakat pesisir selatan. Banyak potensi ekonomi maupun pariwisata di kawasan Lombok Timur bagian selatan yang masih belum tergarap optimal.

Untuk itu, kebijakan dan janji politik bupati baru yaitu mewujudkan perkonomian masyarakat bagian selatan lebih maju dapat direalisasikan. “Masalah kekeringan dan krisis air beraih juga menjadi langganan Lombok Timur bagian selatan, bupati baru nanti bisa menghadirkan solusi serta kebijakan pemerataan pembangunan wilayah Utara dan Selatan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...