Keppres Pemberhentian Sandiaga Uno Keluar

Editor: Mahadeva WS

164
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - foto Lina Fitria

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sudah menerima surat Keputusan Presiden (Keppres), pemberhentian Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno.

“Nanti saya baca nomornya. Jadi hari Senin, 17 September kemarin, saya menerima keputusan presiden yang mengatakan bahwa, pernyataan berhenti Bapak Sandiaga Salahudin Uno sudah diresmikan oleh presiden. Jadi per kemarin (Senin, 17/9/2018) kami terima suratnya,” kata Anies, Selasa (18/9/2018).

Setelah Keppres turun, selaku Gubernur DKI Jakarta, Anies menyerahkan penentuan calon pengganti, kepada partai pengusung di pemilihan. “Jadi per kemarin kami terima surat. Jadi sesudah itu putus maka proses di dalam partai sudah bisa dilakukan,” tambahnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut menyebut, tidak mengalami banyak kendala, selama ditinggal Sandiaga Uno memimpin DKI Jakarta. “Kalau dari sisi pekerjaan dan lain-lain tidak ada masalah, hanya tantangannya memang sebagai contoh misalnya ada event bersamaan yang sama-sama penting dan keduanya DKI harus hadir. Kalau kemarin bisa berbagi satu ke event A satu ke B, ini sekarang tidak bisa, tapi kalau menyangkut pekerjaan dan lain-lain tidak masalah,” tuturnya.

Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Sumarsono menuturkan, Keputusan Presiden sudah dikirim ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui Biro Pemerintahan DKI. “Sudah terbit. Sudah diserahkan ke Gubernur DKI,” kata Sumarsono.

Setelah diterbitkan, proses selanjutnya Anies akan menyampaikan Keppres itu kepada Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, untuk membahas kursi wakil gubernur. “Nanti Gubernur DKI menyampaikan resmi kepada ketua Dewan. Baru mulai proses pembahasan rencana pengisian wagub DKI sesuai tatib (tata tertib),” kata Dia.

Kemudian partai politik pengusung baru bisa mengusulkan masing-masing satu nama calon wagub DKI. Pemilihan kemudian diserahkan kepada DPRD DKI Jakarta. “Bisa (mengusulkan nama cawagub) ke Gubernur DKI, masing-masing partai satu nama. Dua calon diteruskan kepada ketua DPRD untuk dipilih satu dari dua pilihan,” ucap Sumarsono.

Sebelummnya, Sandiaga Salahuddin Uno telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pengunduran diri itu disampaikan langsung di depan anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta. Pengunduran diri dilakukan karena menjadi bakal calon Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto.

Saat ini, posisi wakil gubernur DKI Jakarta kosong, setelah Sandiaga Uno mengundurkan diri. Dua partai yang berhak mengusulkan pengisian jabatan itu adalah Gerindra dan PKS. Namun, hal itu tetap dengan persetujuan DPRD DKI Jakarta.

Baca Juga
Lihat juga...