Kerajinan Karimba, Alat Musik Afrika Diminati Wisatawan

Editor: Makmun Hidayat

226

BADUNG — Kerajinan alat musik karimba dari batok kelapa di Bali semakin diminati wisatawan. Alat musik tradisional asal Afrika ini paling dicari oleh wisatawan mancanegara terutama Eropa, Amerika Latin, dan Cina.

Hartono, salah seorang perajin alat musik karimba di kawasan Kuta menceritakan, setiap bulan ia bisa mengekspor kerajinan karimba tersebut dengan jumlah ribuan.

“Satu harga kerajinan karimba dijual seharga Rp16 ribu hingga Rp20 ribu,” ucap Hartono saat ditemui di tempat usahanya di jalan Majapahit, Legian, Bali, Selasa (11/9/2018).

Hartono menambahkan, bahan-bahan untuk membuat kerajinan ini cukup sederhana. Selain dari batok kelapa, juga kayu mahoni untuk dasar penutup permukaan batok, serta ruci yang biasa digunakan untuk sepeda kayu dan mur kecil untuk penguat ikatan ruci.

“Biasanya dicari batok kelapa yang sudah tua mas, karena bagus nanti hasil buatnya,” imbuh Hartono.

Kerajinan Karimba alat musik khas Afrika yang laku keras di Bali siap di ekspor ke beberapa negara di Eropa dan Asia serta Benua Amerika – Foto: Sultan Anshori

Kata Hartono lagi, untuk membuat alat musik ini susah-susah gampang. Pertama papan kayu dihaluskan terlebih dahulu menggunakan mesin penghalus kayu. Tahap selanjutnya menyamakan lebar lingkaran batok kelapa dengan papan kayu menggunakan pensil dan memberi tanda setiap batok kelapa dan papan kayu tersebut.

Setelah itu, proses pemotongan papan kayu menggunakan gergaji, dilanjut proses pemakuan dan penggabungan antara papan kayu dengan batok kelapa menggunakan lem. Karimba setengah jadi ini kemudian dilakukan proses penghalusan dan pemlituran.

“Untuk menambah keindahan, karimba pun melewati proses pengecatan dengan berbagai motif. Butuh ketelatenan dan kesabaran dalam mengecat motif karimba sesuai dengan pesanan,” kata pria asal Semarang Jawa Tengah ini.

Hartono mengatakan, di tengah turunnya harga rupiah atas dollar sangat mempengaruhi omzet penjualan. Hal ini disebabkan banyaknya turis yang datang ke Bali. Hartono selain melayani pembelian partai besar, ia juga menjual eceran kepada wisatawan.

“Ada peningkatan sekitar 30 persen sejak kurs dolar naik atas rupiah ini mas,” pungkasnya.

Karimba merupakan kerajinan khas Afrika. Kerajinan ini mulai populer di Bali sejak akhir tahun 2000. Cara memainkan alat musik yang satu ini dengan cara dipetik.

Baca Juga
Lihat juga...