Ketahanan Pangan, Titik Sentral Kebijakan Pembangunan Bangsa

Editor: Mahadeva WS

JAKARTA – Masyarakat yang makmur dan adil serta sejahtera lahir dan batin, adalah tujuan dari negara Indonesia, yang memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Tujuan nasional tersebut mencakup tiga dimensi. Dimensi keamanan, dimana, pemerintah Indonesia berkewajiban melindungi segenap bangsa, dalam hal ini aspek kependudukan. Dimensi kesejahteraan, Pemerintah Indonesia berupaya mewujudkan kesejahteraan umum, dalam hal aspek sosial ekonomi, dan mencerdaskan kehidupan bangsa dalam hal ini aspek pendidikan.

Dimensi keseimbangan lingkungan, mengarahkan, Pemerintah Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia, dalam arti seluas-luasnya, berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi dan social. Berbagai dimensi dan aspek tersebut dapat dicapai melalui pembangunan nasional.

Hal tersebut disampaikan Soehardjo Soebardi, saat membacakan sambutan Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut Soeharto, selaku Ketua Umum Yayasan Harapan Kita (YHK). Dalam kesempatan tersebut, pihak keluarga almarhum Soeharto, mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi, kepada penulis yang juga wartawan, yang telah bersusah payah, dan bekerja keras mengumpulkan bahan, dan merangkumnya menjadi buku, Soeharto: Ketahanan Pangan Dalam Pembangunan Nasional.

Buku yang bercerita tentang kebijaksanaan pembangunan nasional dibidang Pertanian, yang sangat bermanfaat untuk kondisi saat ini di Indonesia. Buku tersebut, sejalan dengan visi dan misi yang diinginkan, yakni turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Melihat konsep dan komitmen yang dimiliki Ibu Tien Soeharto, meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, baik secara intelektual jasmani dan rohani. Sudah, menjadi tugas generasi sekarang, untuk melanjutkan kembali apa yang telah diperjuangkan Ibu Tien dan Pak Harto.

Lihat juga...