KONI Minta Pemkot Balikpapan Prioritaskan Anggaran Porprov

Editor: Satmoko Budi Santoso

188

BALIKPAPAN – Pengurus Cabang Olahraga yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Balikpapan minta kepada Pemerintah Kota untuk memprioritaskan anggaran pada pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Apabila anggaran kurang maksimal maka puluhan pengurus cabor mengancam tidak menerjunkan atlet ke Porprov pada November 2018 nanti.

Tuntutan itu selanjutnya disampaikan dengan mendatangi Wali Kota dan Kantor DPRD Balikpapan untuk menyampaikan aspirasi pada Selasa (25/9/2018) sore.

“Kami sudah temui Wali Kota, dan intinya apabila hanya Rp1 miliar maka tidak akan berjalan maksimal,” ucap Wakil Ketua PBSI Balikpapan, Rustam.

Menurutnya, apabila pemerintah kota tidak menambah anggaran, maka puluhan pengurus cabor kembali mengutarakan niat untuk menarik diri dari perhelatan Porprov.

“Alhamdulillah, telah direncanakan Rp1 miliar dan kami ke DPRD untuk meminta bantuan agar dicarikan penambahan pos anggaran,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, mengungkapkan, proses pembahasan APBD-P 2018 masih berjalan, sehingga masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Pihaknya juga sudah menyampaikan anggaran KONI untuk diperhatikan.

“Besarannya saya belum bisa memastikan, sekarang masih dibahas di DPRD. Masih ada waktu sebelum penetapan,” tukas Rizal Effendi.

Pertemuan Pengurus Cabor mendatangi Gedung DPRD Balikpapan – Foto Ferry Cahyanti

Terkait ancaman beberapa cabor yang mengancam tak menerjunkan atlet pada Porprov, Rizal tak ingin banyak berkomentar.

“Jangan dihubungkan antara anggaran dengan prestasi, coba lihat Asian Games kemarin anggaran mereka dipotong juga,” tegasnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabarudin Panrecalle mengatakan, tak ingin mengumbar janji soal tambahan anggaran untuk KONI karena kini pembahasan anggaran tengah berjalan.

“Ada tujuh fraksi dan saat ini sedang dibahas, kami juga sedang berkoordinasi dengan pemerintah kota,” tambahnya.

Sabaruddin menambahkan yang menjadi persoalan adalah komunikasi yang tidak berjalan lancar, dan harapannya setelah kejadian ini hasil pembahasan positif. “Pada prinsipnya kami juga mendukung atlet agar bisa berprestasi,” tutupnya.

Baca Juga
Lihat juga...