Koper Jamaah Haji Terlambat Sampai Ke Cianjur

126
Jamaah Haji Foto : dok CDN

CIANJUR – Koper milik jamaah haji asal Cianjur, Jawa Barat, dari Kelompok Terbang (Kloter) 64, mengalami keterlambatan kedatangan. Sebagian jamaah yang kopernya terlambat datang, baru dapat mengambil barang miliknya pada Senin (17/9/2018) mendatang.

Staf Pemberangakatan Haji dan Umroh, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Cianjur, Mamat Slamet mengatakan, keterlambatan terjadi akibat permasalahan di bandara Arab Saudi. Dampaknya ada koper yang tidak sampai secara bersamaan. “Jumlahnya sampai setengah dari total jamaah yang kopernya terlambat. Informasi dari Arab ada gangguan. Untuk koper yang sudah tiba terlebih dulu, dapat langsung diambil di Kantor Kemenag Cianjur,” tuturnya, Minggu (16/9/2018).

Sementara yang terlambat, diperkirakan baru tiba Minggu (16/9/2018) malam, dan dapat diambil Senin pagi. “Kalau yang sudah datang, langsung diambil karena dibawa bersama dengan rombongan jamaah,” lanjutnya.

Pemberangkatan jamaah untuk pulang ke Indonesia pun mengalami delay. Dari yang dijadwalkan tiba pada pukul 03.00 WIB, menjadi pukul 05.00 WIB, sehingga jamaahpun terlambat pula sampai ke Cianjur. “Kolter 64 juga mengalami keterlambatan penerbangan, sehingga tidak tepat waktu sampai ke Cianjur, yang semula dijadwalkan pukul 09.00 WIB baru sampai pukul 11.00 WIB,” tandasnya.

Tercatat, dari total 410 jamaah termasuk pendamping yang berangkat, hanya 409 jamaah yang pulang, karena satu jamaah meninggal dunia saat pelaksanaan ibadah haji.

Sementara itu dari Surabaya, sebagian koper jamaah haji asal Debarkasi Surabaya terpaksa diangkut menggunakan pesawat lain dan terpisah dari rombongan. Hal itu dikarenakan, koper mengalami overload atau kelebihan muatan.

Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, Jamal menyebut, ada beberapa kloter yang koper-nya harus ditangguhkan saat proses pemulangan dari Tanah Suci ke Tanah Air. Yaitu kloter 39 dan 40, asal Kabupaten Bojonegoro dan kloter 53 serta 54 asal Kota Kediri dan Surabaya. “Kloter 39 dan 40 asal Bojonegoro tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 10 September lalu. Namun sebagian koper atau barang bawaannya akan dikirim menyusul karena saat proses pemulangan dinyatakan kelebihan muatan,” jelasnya secara terpisah.

Kejadian yang sama, juga dialami jamaah haji kloter 53 dan 54 asal Kota Kediri dan Surabaya, yang tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Sabtu (15/9/2018) lalu. “Itu merupakan kebijakan dari maskapai Saudia Arabian Airlines, yang melayani penerbangan jamaah haji. Mereka harus menangguhkan barang bawaan setelah mendeteksi adanya kelebihan muatan demi keselamatan jamaah,” ujarnya.

Jamal menyebut, koper jamaah sebelum masuk ke pesawat sudah ditimbang satu persatu, disesuaikan dengan ketentuan penerbangan internasional. Namun demikian, dipastikannya, koper jamaah haji yang tidak terangkut pada saat proses pemulangan, akan diangkut menyusul menggunakan pesawat lain, dan selanjutnya diantar ke daerah asal pemiliknya masing-masing.

“Itu merupakan tanggung jawab Saudi Arabian Airlines. Bila keadaan sudah memungkinkan akan segera mengirim semua barang bawaan, dan koper yang tertunda menggunakan pesawat lain. Kemudian kami akan mengantar ke alamat pemiliknya di daerah masing masing,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Kemen PUPR Alokasikan 1.951 Unit Rumah Bagi Warga ... CIANJUR --- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberikan paling banyak program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk Cianjur, ...
Ketimpangan Ekonomi, Bupati Trenggalek Ingatkan Si... TRENGGALEK - Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak, menyatakan bahwa sinergitas antarwilayah mutlak diperlukan demi mendorong percepatan pembangun...
Kota Bekasi Potong 40 persen Operasional ASN BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi memberlakukan pemotongan dana operasional Aparatur Sipil Negara (ASN) 40 persen. Hal itu dilakukan dalam rangka, mendo...
Mahasiswa Tuntut Pemerintah Fokus Bangun Sektor Pe... JEMBER – Puluhan mahasiswa Jurusan Pertanian, Universitas Jember (Unej), Universitas Muhammadiyah (UM), dan Universitas Islam Jember (UIJ), yang terga...
Hari Tani, Mahasiswa di Malang Kritisi Impor Beras MALANG – Peringati Hari Tani, puluhan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) di kota Malang, menggelar aksi turun ke jalan, mempertanyakan kebi...
Lima Kamar Kos di Sukabumi Porak Poranda Tertimpa ... SUKABUMI, JABAR --- Sebanyak lima unit kamar kos yang berada di Kampung Cikiray, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat porak poranda pada bagian atapnya akib...
Bawaslu Jember Ajak Masyarakat Awasi Pemilu 2019 JEMBER --- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember mengajak masyarakat agar mengambil bagian dalam menyukseskan Pemilu 2019. Dengan berperan ...