Korban Gempa Lombok Dapatkan Donasi dari Warga Lamsel

Editor: Satmoko Budi Santoso

210

LAMPUNG – Motor Pustaka Roda Andalas bersama sejumlah sekolah menggalang donasi untuk korban bencana di Lombok Nusa Tenggara Barat.

Sugeng Hariyono selaku penggagas motor pustaka menyebut, upaya tersebut dilakukan bekerja sama dengan sejumlah SD dan komunitas di Lampung Selatan (Lamsel).

Ia menyebut, penggalangan donasi dilakukan dalam bentuk gerakan satu siswa satu mi instan. Kegiatan tersebut merupakan kepedulian Motor Pustaka sebagai bagian Pustaka Bergerak Indonesia untuk korban gempa Lombok.

Gerakan satu siswa satu mi instan dilakukan mengingat sejumlah korban bencana Lombok masih membutuhkan bantuan makanan. Mi instan dipilih dengan alasan tidak memberatkan bagi siswa, harganya terjangkau dan proses pengiriman dengan paket lebih mudah.

Pengumpulan mi instan juga sekaligus bentuk kepedulian siswa sekolah kepada rekan usia sekolah di Lombok yang tertimpa musibah.

Sugeng Hariyono (baju putih) menerima donasi mi instan dari Suparno (tengah) guru SDN Gedung Harta yang dikumpulkan bersama donasi dari sekolah lain dan komunitas peduli korban gempa Lombok [Foto: Henk Widi]
Pengumpulan mi instan sudah direncanakan dan disosialisasikan ke sekolah serta mendapat respon positif dari sejumlah sekolah di Lamsel. Selain sejumlah sekolah, penggalangan dana juga dilakukan oleh Komunitas Peduli Wisata (Pelita) dan Komunitas Seniman Jalanan Lampung (Kosela), Angklung Langen Setio Manunggal, Ice The Gun’s, Traditional Dance Muli Bukipas, Duta Perdamaian Dunia dari Lampung Kim Commanders.

“Kami bersama sejumlah komunitas tergerak menggalang donasi bagi korban gempa Lombok dengan konsep bantuan berupa barang. Khususnya untuk kebutuhan dasar berupa makanan,” terang Sugeng Hariyono, saat melakukan penggalangan donasi di SDN Gedung Harta Kecamatan Penengahan, Senin (1/9/2018).

Hingga awal September, penggalangan donasi berupa gerakan satu siswa satu mi instan sudah dilakukan bersama sejumlah sekolah tingkat SD di Lamsel. Beberapa bantuan yang dikumpulkan di antaranya dari SDN Tetaan, SDN Pasuruan, SDN Gedung Harta.

Sejumlah sekolah di Lamsel masih bisa menggalang donasi sebelum pengiriman pada 8 September mendatang. Selain SD sejumlah sekolah SMP memastikan ikut berpartipasi.

Selain melibatkan sekolah, aksi penggalangan donasi untuk korban gempa Lombok juga akan dilakukan pada Rabu (5/9).

Menurut Sugeng Hariyono, kegiatan akan digelar bersama Yodistira Nugraha, ketua komunitas Pelita dengan kegiatan Panggung Peduli Gempa Lombok. Kegiatan tersebut akan digelar di dermaga Bom Kalianda.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan muncul kepedulian warga Lamsel untuk ikut memberi bantuan korban bencana gempa di Lombok.

“Semua donasi selanjutnya akan dikumpulkan bersama dengan donasi dari komunitas lain. Dikirimkan melalui ekspedisi langsung ke Lombok,” beber Sugeng Hariyono.

Suparno, salah satu guru di SDN Gedung Harta menyebut, sosialisasi kepada siswa sekolah telah dilakukan beberapa hari sebelumnya. Ia menyebut, gerakan satu siswa satu mi instan dilakukan untuk berempati bagi sesama siswa di Lombok yang tertimpa musibah.

Pembelian mi instan dijelaskan kepada siswa merupakan bagian dari uang jajan yang disisihkan.

“Para siswa merespon positif terutama karena sebagian besar siswa juga sudah melihat dampak gempa Lombok di televisi sehingga muncul empati,“ beber Suparno.

Di SDN Gedung Harta, Suparno menyebut, sebanyak 151 siswa dari 7 kelas mengumpulkan mi instan dan dikoordinir oleh setiap kelas. Setelah mi instan terkumpul seluruh kelas, diserahkan kepada guru dan diserahkan ke Motor Pustaka untuk dikumpulkan bersama dengan sejumlah komunitas di Lamsel.

Melalui kegiatan tersebut, ia mengajak siswa sejak dini sudah mau peduli kepada sesama yang membutuhkan bantuan terutama yang terkena musibah.

Sebelumnya, bantuan untuk korban bencana di Lombok juga sudah dilakukan sekolah melalui gerakan Pramuka. Gugus Depan SDN Gedung Harta, bersama 30 SD di Kecamatan Penengahan bahkan sudah melakukan penggalangan dana melalui bumbung peduli.

Sebagian donasi dari bumbung peduli pada apel besar HUT Pramuka ke-57 dialokasikan untuk korban bencana gempa di Lombok. Bentuk lain donasi lanjutan inisiatif sekolah disebut Suparno dikoordinasikan dengan Motor Pustaka dan beragam komunitas di Lamsel.

Aditia, salah satu siswa kelas VI SDN Gedung Harta menyebut, donasi mi instan merupakan sebagian dari uang jajan yang disisihkan. Ia mengaku, dengan mengumpulkan mi instan diharapkan bisa meringankan beban kawan-kawan usia sekolah yang berada di Lombok.

Meski hanya berbentuk mi instan, rasa solidaritas siswa SD Gedung Harta yang terkumpul bisa digunakan untuk kebutuhan makanan korban gempa di Lombok.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.