KPK Periksa Prihadi Santoso untuk Idrus Marham

280
Febri Diansyah - Foto Dokumentasi CDN

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memeriksa Direktur PT Smelting Indonesia, Prihadi Santoso, Rabu (12/9/2018). Prihadi diperiksa untuk tersangka mantan Menteri Sosial Idrus Marham dalam kasus suap kersepakatan kerjasama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan tiga tersangka antara lain, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eni Maulani Saragih (EMS), pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK), serta mantan Menteri Sosial dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham (IM).

“Penyidik Rabu hari ini dijadwalkan memeriksa dua orang saksi untuk dua tersangka kasus suap kesepakatan kerja sama pembangunan PLTU Riau-1,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu.

Selain Prihadi Santoso, saksi yang diperiksa adalah, Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PT PLN, Ahmad Rofiq, yang akan diperiksa untuk tersangka Eni Saragih. KPK sedang mendalami pengetahuan para saksi, terkait proses pengadaan proyek PLTU Riau-1.

Sebelumnya, pada Senin (10/9/2018), KPK telah melimpahkan proses penyidikan ke tahap penuntutan atau tahap kedua untuk tersangka Kotjo. Sidang terhadap Kotjo direncanakan dilakukan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Idrus diduga menerima janji, mendapat bagian yang sama besar dari Eni sebesar 1,5 juta dolar AS. Uang tersebut dijanjikan Johannes, bila PPA (purchase power agreement) proyek PLTU Riau-1, berhasil dilaksanakan Johannes dan kawan-kawan.

Idrus diduga mengetahui, dan memiliki andil terkait penerimaan uang oleh Eni dari Johanes, yaitu pada November-Desember 2017, Eni menerima Rp4 miliar. Sedangkan pada Maret dan Juni 2018 Eni menerima Rp2,25 miliar. Dalam penyidikan kasus itu, tersangka Eni juga diketahui telah mengembalikan uang Rp500 juta kepada penyidik KPK. Selain itu, pengurus Partai Golkar itu juga telah mengembalikan dana sekira Rp700 juta terkait kasus PLTU Riau-1 tersebut. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...