Kuliner Lezat Paduan Ikan Gabus Santan dan Gulai Taboh Bung

Editor: Satmoko Budi Santoso

131

LAMPUNG – Wilayah Lampung Selatan memiliki aneka jenis hayati yang menjadi bahan baku kuliner tradisional. Bahan baku ikan laut dan ikan air tawar bahkan tersedia di sejumlah pasar ikan tradisional, salah satunya di pasar ikan higienis pusat pendaratan ikan (PPI) Kalianda.

Pangestu, salah satu pedagang ikan di pasar higienis Kalianda menyebut, ikan air tawar jenis gabus kerap dicari konsumen. Selain ikan gabus berbagai jenis ikan air tawar jenis nila, emas, gurame, bawal juga dijualnya.

Pangestu, salah satu pedagang ikan di pasar ikan higienis PPI Kalianda Lampung Selatan yang menyediakan ikan air laut dan ikan air tawar salah satunya ikan gabus [Foto: Henk Widi]
Ikan air tawar tersebut, selain cukup lezat untuk diolah menjadi beragam jenis kuliner disebutnya memiliki kaya manfaat. Selain kaya protein ikan tersebut dipercaya bisa menyembuhkan penyakit.

Ikan gabus (Channa Striata) yang memiliki kandungan gizi kerap dicari konsumen karena kaya akan albumin. Albumin diperlukan saat proses penyembuhan luka dan membantu kekebalan tubuh. Ikan yang kaya manfaat itu kerap dijual dengan harga Rp30.000 per kilogram berisi empat ekor ikan gabus ukuran sedang.

“Banyak warga yang membeli ikan gabus untuk bahan kuliner terutama yang tengah menjalani proses perawatan dan penyembuhan selain diolah sebagai beragam kuliner yang cukup menggugah selera,” terang Pangestu, salah satu pedagang ikan di pasar ikan higienis Kalianda saat ditemui Cendana News, baru-baru ini.

Para pembeli ikan gabus merupakan sejumlah pemilik usaha kuliner penyedia menu gulai, pindang atau ikan gabus goreng. Sejumlah warung makan yang berada di dekat rumah sakit Bob Bazaar Kalianda disebutnya bahkan menyediakan menu tersebut untuk pasien yang sedang dirawat.

Ikan yang kerap didatangkan dari hasil tangkapan nelayan di rawa-rawa dan sungai kecamatan Sragi tersebut kerap dijual dalam kondisi segar karena ditampung dalam drum berisi air dan ditimbang saat ada pembeli.

Suyatinah melakukan proses memasak ikan gabus serta gulai taboh bung untuk keluarganya [Foto: Henk Widi]
Suyatinah, salah satu warga Penengahan yang membeli ikan gabus mengaku, kerap
membeli ikan air tawar tersebut untuk diolah dengan berbagai cara. Selain digoreng, ikan gabus dijadikan menu kuliner ikan gabus santan dipadukan dengan gulai tabokh bung (sayur santan rebung).

Bahan santan yang sama digunakan untuk kuliner tersebut, membuat Suyatinah kerap memadukan dua jenis lauk dan sayur untuk disajikan bagi keluarganya.

Proses mengolah ikan gabus santan cukup sederhana dengan menyiapkan bahan baku utama berupa ikan gabus. Ikan gabus sebanyak empat ekor yang sudah dibersihkan sisik, insang dipotong menjadi tiga bagian kepala, badan dan ekor.

Sejumlah bahan bumbu lain disiapkan di antaranya garam, batang serai, daun bawang, jeruk nipis penghilang bau amis. Sebagai pelengkap bumbu halus bumbu yang disediakan di antaranya bawang putih, bawang merah, kemiri, jahe dan kunyit, satu butir kelapa parut untuk bahan santan.

“Sebelum ikan gabus diolah, setelah dibersihkan rendam terlebih dahulu dengan garam serta air jeruk nipis agar aroma amir hilang,” cetus Suyatinah.

Proses mematangkan ikan dilakukan terlebih dahulu dengan cara menggoreng ikan. Cara tersebut, diakui Suyatinah, bisa dilewatkan jika ingin langsung menumis ikan bersama bumbu.

Ia kerap menggoreng ikan gabus terlebih dahulu untuk menciptakan sensasi crispy pada daging ikan gabus yang disajikan. Setelah ikan gabus matang,proses pembuatan bumbu bisa dilakukan dengan menghaluskan bumbu dan menumisnya.

Semua bumbu yang sudah ditumis dalam wajan dan mulai beraroma harum diberi tambahan batang serai yang sudah digeprek. Semua potongan ikan gabus yang sudah digoreng selanjutnya dimasukkan dalam wajan hingga tercampur dengan semua bumbu.

Proses akhir kuah yang sudah disiapkan disiramkan pada ikan gabus hingga menyatu dengan semua bumbu. Ikan gabus yang sudah tercampur dengan santan ditunggu hingga matang kurang lebih sekitar 30 menit dengan api sedang.

“Saat mulai mendidih santannya, api kompor dikecilkan menunggu bumbu meresap ke daging ikan gabus lalu didinginkan,” beber Suyatinah.

Sembari menunggu ikan gabus santan dingin, proses pembuatan sayur gulai taboh bung bisa dilakukan. Gulai taboh bung disebut Suyatinah merupakan sayuran tradisional warga Lampung yang diambil dari jenis bambu hijau diambil dari tepi sungai dalam kondisi segar.

Irisan bahan bung atau rebung biasanya sudah direndam semalam sebelumnya untuk menghilangkan getah serta menambah empuk bung yang akan disayur.

Proses pembuatan gulai taboh dilengkapi dengan bumbu cabai hijau, bawang merah, bawang putih, garam, penyedap rasa, lengkuas dan santan kerap ditambah isian melinjo atau daun melinjo.

Rebung yang sudah cukup empuk membuat proses memasaknya cukup singkat. Setelah bumbu yang sudah ditumis hingga tercium aroma harum selanjutnya irisan rebung dimasukkan dalam wajan hingga matang ditambah dengan santan kelapa.

“Setelah gulai taboh bung matang diangkat dan siap disajikan dengan tambahan taburan bawang goreng,” beber Suyatinah.

Penyajian gulai taboh bung sebagai makanan tradisional warga Lampung dipadukan dengan lauk ikan gabus santan. Sebagai hidangan yang menggugah selera paduan ikan gabus santan dan gulai taboh bung memiliki beragam khasiat.

Disajikan dalam kondisi dingin atau hangat, paduan ikan gabus santan dan gulai taboh bung bisa dijadikan menu sarapan. Paduan sambal terasi, disebut Suyatinah, menjadi pelengkap bagi keluarganya untuk menyantap kuliner ikan gabus santan dan gulai taboh bung tersebut.

Gunawan, sang anak yang bekerja di sawah menyebut, kuliner ikan gabus santan dan gulai taboh bung kerap dipakai sebagai bekal. Kedua jenis kuliner tersebut menjadi paduan yang cocok untuk disantap di gubuk sawah saat tengah beristirahat.

Menu tersebut selain memiliki protein yang tinggi dan kaya albumin, bisa menambah stamina bagi dirinya selama bekerja memanen padi di sawah.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.