Kulon Progo Kembangkan KRPL Atasi Rawan Pangan

1.195
KRPL, ilustrasi -Dok: CDN
YOGYAKARTA – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, mengembangkan 78 Kawasan Rumah Pangan Lestari yang tersebar di 12 kecamatan, dalam rangka mengatasi rawan pangan di wilayah ini.
“Kehadiran Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) bisa membantu mengatasi rawan pangan di Kabupaten Kulon Progo,” kata Kepala Bidang Pangan dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Trenggono, di Kulon Progo, Rabu (12/9/2018).
Ia mengatakan, adanya desa rawan pangan disebabkan tingkat kemiskinan yang tinggi di suatu wilayah. KRPL adalah salah satu langkah dari Dinas Pertanian dan Pangan, untuk mampu menjawab persoalan kerawanan pangan di desa, dengan anggaran yang tidak memberatkan masyarakat.
Menurut Trenggono, adanya KRPL, semua kebutuhan pangan beragam dengan gizi seimbang bisa dipenuhi. Mulai dari karbohidrat, vitamin, mineral, protein nabati maupun hewani.
“Penanganan persoalan kemiskinan harus diatasi lewat beragam pendekatan lintas sektor. KRPL menjadi media percepatan pengentasan daerah rawan pangan dan kemiskinan,” katanya.
Untuk mempercepat terwujudnya daerah tangguh pangan, lanjut Trenggono, pada 2018 ini Pemkab Kulon Progo membangun 10 KRPL menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kulon Progo. Selain itu ada tujuh KRPL didirikan menggunakan anggaran APBD Pusat.
Jumlah KRPL di Kulon Progo setiap tahunnya bertambah. Awalnya, hanya 30 unit, sekarang 78 unit.
“Tahun ini, kami mengembangkan 10 KRPL,” katanya.
Menurut dia, cepatnya pertumbuhan KRPL di Kulon Progo tidak terlepas dari peran aktif kelompok tani dan kelompok wanita tani (KWT).
“KWT saat ini telah mampu mengolahnya, kami tinggal memberikan dorongan. Ke depan, kami harapkan masyarakat luas bisa ikut melakukan hal yang sama,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Bambang Tri Budi, mengatakan, pengembangan KRPL terus digenjot setiap tahun. Pada 2018 dikembangkan 10 unit KRPL dengan sumber pendanaan dari pemerintah.
“Mudah-mudahan, KRPL bisa mengoptimalkan potensi sumber daya alam di pekarangan dengan baik, sekaligus juga bisa meningkatkan konsumsi gizi keluarga, meningkatkan pendapatan keluarga dan juga mengurangi pengeluaran masing-masing keluarga,” harapnya. (Ant)
Lihat juga...