Kulon Progo Siapkan Aplikasi Bisnis BUMDes Online

119
Bazar UKM, ilustrasi Dok: CDN
YOGYAKARTA – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, mendorong pemerintah desa mendirikan badan usaha milik desa (BUMDes) online, untuk memasarkan produk lokal atau produk unggulan desa.
Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kulon Progo, Jumanto, mengatakan, saat ini pemkab sedang membuat aplikasi bisnis daring yang disebut badan usaha milik desa (BUMDes) online, untuk pemasaran produk lokal atau produk unggulan desa.
“BUMDes merupakan sebuah aplikasi yang dibangun dan dikembangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan, untuk mewadahi dan memasarkan produk UMKM desa melalui BUMDes,” katanya, Jumat (14/9/2018).
Ia mengatakan, tiga pilar BUMDes, yaitu kelembagaan dan bisnis, inklusi keuangan, dan digitalisasi.
BUMDes diharapkan mampu berkembang dan maju, serta memberikan kontribusi dan solusi yang terbaik bagi berbagai masalah ekonomi masyarakat di Kulon Progo.
Selain itu, BUMDes dapat mendorong dan menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat, serta meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan asli desa.
Hal itu sejalan dengan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 54/2015 tentang Pedoman Tata Cara Pendirian dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa.
“Namun, BUMDes menemukan sejumlah tantangan. Misalnya, mewujudkan produktivitas dan kinerja yang baik. Untuk mencapai hal tersebut perlu diperhatikan kecukupan modal, kualitas aktiva produktif, manajemen risiko, rentabilitas dan likuiditas,” kata dia.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kulon Progo, Sudarmanto, mengatakan, saat ini pemerintah tingkat desa mulai memetakan dan mendata potensi desa yang diharapkan dapat dikembangkan sebagai unit usaha dari BUMDes, seperti potensi wisata.
“Saat ini, kami mendampingi pemerintah desa dalam menggali, memetakan dan mendata potensi desa. Harapan kami, potensi yang dimiliki desa mampu mendongkrak dinamika perekonomian masyarakat setempat,” kata Sudarmanto.
Ia mengakui, BUMDes di 87 desa dan satu kelurahan masih bergerak pada sektor simpan pinjam, sehingga bukan hal yang mudah menggerakkan pemerintah desa menangkap peluang usaha, seperti sektor pariwisata.
BUMDes yang memiliki unit usaha pariwisata, pemdes harus mengalokasikan anggaran, baik melalui alokasi dana desa (ADD) atau dana desa (DD). Selain itu, harus dibuat mekanisme pengelolaan, mengingat objek wisata yang berkembang dimiliki warga dan dikelola oleh masyarakat, sehingga diperlakukan payung hukum berupa peraturan desa, persetujan direksi BUMDes, dan kepala desa.
“Saat ini, pengembangan usaha BUMDes selalu terganjal pada penataan anggaran dan pembuatan aturan main berupa peraturan desa, untuk menguatkan legalitas unit usaha,” katanya.
Namun demikian, kata Sudarmanto, pemerintah desa di 86 desa lain di luar Jatimulyo (Kecamatan Girimulyo) akan mengembangkan wisata baru berbasis budaya dan potensi lokal. Wisata berbasis budaya akan menjadi daya tarik bagi wisatawan luar daerah dan luar negeri.
“Jadi, desa wisata baru akan dikelola BUMDes. Saat ini, masing-masing desa sedang merintis wisata budaya,” katanya. (Ant)
Baca Juga
Dekranasda DIY Dorong Perajin Batik Gunakan Pewarn... BANTUL --- Dewan Kerajinan Nasional Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong para perajin batik di seluruh kabupaten/kota provinsi ini menggunakan ...
BBKB Dorong Pertumbuhan Industri Kerajinan dan Bat... YOGYAKARTA --- Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan industri kerajinan dan batik melalui layanan...
Dekranasda DIY Dorong Perajin Batik Gunakan Pewarn... BANTUL - Dewan Kerajinan Nasional Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong para perajin batik di seluruh kabupaten/kota provinsi ini menggunakan pe...
Usaha Kerajinan Tas, Tumpuan Ekonomi Warga Tanjung... YOGYAKARTA - Berkembangnya industri kerajinan tas bahan alam di Desa Tanjungharjo Nanggulan Kulon Progo mampu membuka ratusan lapangan pekerjaan baru ...
Perajin Tas Berbahan Alami di Nanggulan Kesulitan ... YOGYAKARTA - Semakin menipisnya ketersediaan bahan baku enceng gondok, daun pandan serta daun gebang di alam, membuat para perajin tas bahan alam di k...
Papua Barat Prospektif Kembangkan Rumput Laut MANOKWARI  - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat, mendorong peningkatan produksi rumput laut menyambut peluang pasar dalam dan luar nege...
Minim Risiko Gagal Panen, Petani Pilih Tanam Kangk... YOGYAKARTA - Meski memiliki keuntungan relatif kecil, para petani tetap memilih menanam sayuran jenis kangkung darat atau kangkung cabut, karena memil...