KY Aktif Pantau Hakim di 600 Pengadilan di Indonesia

Editor: Mahadeva WS

149
Juru Bicara KY Farid Wajdi – Foto M Hajoran Pulungan

JAKARTA – Komisi Yudisial (KY) memantau hakim yang bertugas di 600 lembaga peradilan di seluruh Indonesia. Untuk melakukan tugasnya, KY dibantu oleh 12 orang penghubung yang ada di sejumlah provinsi.

Keberadaan penghubung tersebutlah yang menjadikan proses pemantauan menjadi lebih mudah dilakukan. Pemantauan tersebut dilakukan secara aktif setiap hari, karena proses peradilan berlangsung setiap hari di seluruh pengadilan yang ada di Indonesia. “Secara aktif, Komisi Yudisial melakukan pemantauan di pengadilan. Kegiatan aktif ini dilakukan secara terbuka. Jika ada perkara yang menarik perhatian publik, maka Komisi Yudisial akan mematau persidangan itu,” kata Juru Bicara KY, Farid Wajdi.

Secara pasif, sebut Farid, KY menerima laporan pengaduan masyarakat mengenai proses peradilan. Setiap laporan ditindaklanjuti, mulai dari pengkajian awal, kemudian diikuti dengan investigasi, hingga proses pemintaan keterangan para pihak dari laporan. Berdasarkan keterangan tersebutlah yang nantinya akan menjadi dasar kesimpulan dari KY. “Cara pasif dilakukan secara tertutup, karena bentuknya rahasia. Dan kita harus melindungi individu pelapor demi keamanan dan kenyamanan,” ungkapnya.

KY juga berupaya meningkatkan kesejahteraan dan kapasitas Hakim. KY melakukan pelatihan, baik dalam rangka meningkatkan kualitas pengetahuan, maupun dalam rangka meningkatkan kualitas etika. Dalam hal peningkatan kesejahteraan, di 2014 KY ikut andil dalam upaya meningkatkan tunjangan hakim.

“Dalam meningkatkan kesejahteraan hakim, selama ini KY sudah memberikan andil dalam meningkatkan kualitas pengetahuan, etika dan kesejahteraan para hakim sejak 2014. Tentu kita berharap dengan semua ini, para hakim memegang teguh integritas, moral sebagai pengambil keputusan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...