Labuan Bajo, Surga Wisata Alam

111

KUPANG – Sektor pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa tahun terakhir ini cukup menggembirakan. Hampir setiap tahun, sejumlah kawasan wisata di provinsi berbasis kepulauan itu terus mendapatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanagera.

Di 2013 lalu, pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata, mengelar program promosi kawasan wisata di NTT dengan sebutan Sail Komodo. Dampak dari kegiatan tersebut sangat luar biasa. Setiap tahun jumlah kunjungan wisatawan ke daerah itu terus meningkat signifikan.

Kawasan wisata yang menjadi favorit adalah, kawasan wisata Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat di pulau Flores, yang menyimpan sejumlah potensi wisata alam yang sangat luar biasa. Daya tarik wisata lainnya adalah, hewan karnivora Komodo atau Varanus komodoensis.

Komodo adalah spesies kadal terbesar di dunia, yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami. Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora. Kehadiran Sail Komodo, tidak hanya memberikan dampak pada peningkatan kunjungan wisata.

Berkat Sail Komodo, Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) masuk dalam kategori tujuh keajaiban dunia. Daya tarik Komodo semakin kuat, dengan terpilihnya Komodo sebagai 10 destinasi wisata terbaik dunia dari 100 destinasi yang dipilih. Komodo kemudian semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Masuk dalam daftar tujuh keajaiban dunia, membuat Labuan Bajo semakin diminati oleh wisatawan. Di 2016, kunjungan wisatawan ke NTT mencapai 745.851 wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Sementara, di 2017 jumlah kunjungan wisatawan ke NTT khususnya ke Pulau Komodo, Labuan Bajo, mencapai sekira 1 jutaan orang.

Berbicara soal peningkatan pariwisata, tidak hanya sebatas berbicara tentang kawasan wisatanya saja. Tetapi juga butuh infrastruktur pendukung. Infrastruktur pendukung berupa jalan, bandara, pelabuhan, maskapai penerbangan, jaringan telekomunikasi serta fasilitas pendukung lainnya dibutuhkan, agar lokasi wisata yang baru bisa dikenal.

Kepala Dinas Pariwisata NTT, Marius A Jelamu menyampaikan, promosi itu sangat penting. Jaringan teknologi komunikasi sangat dibutuhkan di lokasi wisata, sehingga saat berwisata, wisatawan bisa langsung mengupload lokasi wisata tersebut di media sosial. “Di media sosial mereka akan bercerita tentang lokasi wisata NTT yang indah, alam, budaya serta masyarakat yang ramah, akan membuat orang lain yang membacanya akan tertarik,” tandasnya, Minggu (16/9/2018).

Hingga saat ini, hampir seluruh kawasan wisata di NTT sudah mempunyai jaringan teknologi komunikasi. Setelah Sail Komodo 2013, pembangunan hotel di daerah tersebut terus meningkat. Bahkan hingga kini, ada sejumlah hotel bintang lima yang tengah dibangun di daerah itu. Di sektor jasa, khususnya penerbangan, saat ini memberikan kemajuan yang sangat pesat. Tercatat ada dua sampai tiga penerbangan rute baru dari Jakarta menuju Labuan Bajo dibuka.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Nusa Tenggara Timur, Abed Frans, optimistis layanan penerbangan yang dibuka dari Jakarta ke Labuan Bajo, serta dari berapa daerah ke Kupang, akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTT khususnya ke Labuan Bajo.

“Kami yakin market wisatawan ke NTT akan meningkat dan semakin terbuka seiring dengan hadirnya layanan penerbangan baik dari Jakarta-Labuan Bajo, serta ada juga sekarang dari Lombok ke Kupang pulang pergi,” tuturnya.

Di sisi lain, Sail Komodo 2013 lalu juga memberikan dampak bagi kawasan wisata lain di NTT. Alor misalnya dengan kawasan wisata bawah lautnya kini dikenal sebagai kawasan diving terbaik. Pulau Sumba dengan kawasan wisata alam, serta budaya megalitikumnya, juga menjadi salah satu destinasi wisata bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

Sementara Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), optimis bisa menggenjot target wisman di 2018 sesuai target. Optimistis tersebut diperkuat capaian kunjungan wisatawan tahun lalu yang jauh melebihi target. “Karena itu target 500.000 jumlah kunjungan wisatawan untuk Manggarai Barat sampai dengan tahun 2018, bisa tercapai bahkan lebih,” ujar Bupati Mabar, Agustinus Ch. Dula.

Bupati Gusti menilai, target yang dicanangkan tersebut cukup realistis, melihat sepanjang tahun lalu ikon destinasi wisata Labuan Bajo seperti Pantai Pede, Pulau Padar, Pink Beach, Pulau Rinca Pulau Komodo Batu Cermin dan ikon utama Komodo terus dikunjungi wisatawan. Peningkatan jumlah kunjungan juga terlihat di sejumlah lokasi wisata alam yang indah seperti Istana Ular dan danau Sanonggoang. “Jadi, kami optimis sekali. Apalagi, pemerintah pusat memberikan perhatian yang sangat besar kepada daerah ini,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...

Isi komentar yuk