Laporan Hasil Tangkapan Ikan, Butuh Tambahan Petugas

882
Ilustrasi -Dok: CDN
KUPANG – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ganef Wurgiyanto, mengatakan untuk mendapatkan laporan hasil tangkapan ikan yang akurat di daerah itu diperlukan tambahan jumlah petugas lapangan.
“Perlu tambahan petugas untuk mendata hasil tangkapan ikan. Memang, selama ini ada petugas atau operator dari KKP di setiap kabupaten/kota, tapi orangnya tidak banyak, itu yang jadi soal,” katanya, di Kupang, Jumat (14/9/2018).
Ia mengatakan hal itu terkait dengan apa yang dikemukakan Sekretaris Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Nilanto Perbowo, yang menyoroti hasil tangkapan ikan kapal-kapal nelayan berkapasitas di atas 30 GT tidak akurat, sehingga berpotensi merugikan negara.
Pihak KKP telah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, untuk terus mempelajari laporan-laporan yang disampaikan setiap pemilik kapal ikan di atas 30 GT.
Menurut Ganef, jika laporan hasil tangkapan ikan yang disoroti itu terutama pada kapal-kapal di atas 30 GT, maka NTT tidak termasuk di dalamnya.
“Karena 99 persen kapal-kapal nelayan kita di NTT itu berkapasitas 30 GT ke bawah,” katanya.
Dia menjelaskan, kapal-kapal yang beroperasi di provinsi dengan luas wilayah laut mencapai 200.000 kilometer persegi itu, umumnya nelayan kecil seperti kapal ketitinting dan kapal bertonase 3-30 GT, dengan jumlah sekitar 14.000 kapal.
Ia mengatakan, hanya satu atau dua kapal nelayan di atas 30 GT yang beroperasi di perairan setempat, namun bukan sebagai kapal tangkap, melainkan kapal pengangkut ikan ke luar daerah.
“Hasil tangkapan kapal-kapal yang beroperasi di NTT ini juga terdata dengan baik di kami, terutama ikan-ikan yang dijual ke perusahaan di pelabuhan perikanan,” katanya.
Dia mengatakan, bila semua hasil tangkapan ikan untuk kapal-kapal di bawah 30 GT juga perlu didata secara akurat, maka diperlukan dukungan jumlah petugas atau operator di lapangan yang memadai.
Dengan begitu, lanjutnya, hasil tangkapan kapal-kapal ikan yang masuk langsung didata petugas, baik ikan-ikan yang dijual ke perusahaan maupun jenis hasil tangkapan lain yang dijual langsung ke pasar. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...