Legislator: Mewujudkan SRA Perlu Dukungan Masyarakat

Editor: Koko Triarko

1.456
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Ida Prahastuty. –Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN – Rencana Pemerintah Kota Balikpapan mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA), perlu dukungan semua pihak. Tidak hanya dari pemerintah dan DPRD Balikpapan, namun juga ada dari masyarakat.
Anggota DPRD Balikpapan, Ida Prahastuty, mengatakan, dalam mempersiapkan sekolah ramah anak, pemerintah juga harus siap dalam penganggarannya, fasilitas, sarana dan prasarananya. Karena beberapa hal yang harus dipenuhi untuk menuju sekolah ramah anak.
“Dengan adanya penunjukkan sekolah sebagai sekolah ramah anak, pemerintah harus siap dalam arti penganggarannya, fasilitasnya, sarana dan prasarananya,” katanya Jumat (7/9/2018).
Untuk itu,  sekolah ramah anak membutuhkan dukungan pemkot dan DPRD, serta seluruh masyarakat. Apalagi, yang menjadi sekolah ramah anak sementara ini adalah sekolah swasta, dan baru dua sekolah yang memperoleh sebagai sekolah ramah anak dari pemerintah pusat.
“Untuk menciptakan sekolah ramah anak juga diperlukan strategi oleh yayasan untuk benar-benar mempersiapkan sekolah dan dinas terkait. Sebenarnya, sekolah-sekolah di Balikpapan sudah layak anak. Namun untuk menuju sekolah ramah anak memang masih belum,” tandas Ida Prahastuty.
Dia menilai, jika Balikpapan telah mendapatkan prestasi sebagai kota layak huni, maka harus lebih banyak sekolah yang masuk sebagai sekolah ramah anak. Untuk itu, dirinya berharap mewujudkan sekolah ramah anak.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Muhaimin, mengaku untuk mewujudkan sekolah ramah anak tersebut diperlukan waktu dan harus dilakukan secara bertahap.
“Bertahap itu memenuhi sarana dan prasarana, karena kondisinya upaya menuju ke sana terus dilakukan. Sekolah ramah anak itu sebagai implementasi dari Peraturan Presiden RI nomor 87 Tahun 2017 tentang Pendidikan Karakter,” urainya.
Berdasarkan SK Wali kota, ada 50 sekolah yang menjadi pilot project untuk dijadikan sekolah ramah anak. Saat ini, sudah ada dua sekolah yang menjadi SRA, yaitu SD Bhayangkari dan KPS yang merupakan sekolah swasta.
“Dalam mewujudkan SRA ini, yang menjadi leading sektor adalah Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana. Sementara dinas pendidikan men-support,” imbuhnya.
Baca Juga
Lihat juga...