Lestarikan Budaya, Galakkan Festival Seni

120
Ilustrasi - Tari tradisional Buleleng, Bali - Foto: Dok CDN

DENPASAR  – Anggota DPRD Provinsi Bali, Ketut Tama Tenaya, mendukung kegiatan pementasan seni budaya yang dibalut dengan kemasan festival dalam upaya melestarikan kebudayaan Pulau Dewata.

“Saya mendukung kegiatan pementasan seni dan budaya di Bali, seperti pagelaran festival di kabupaten dan kota tersebut,” kata Ketua Komisi I DPRD Bali, Tama Tenaya, saat dikonfirmasi dari Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan, langkah pelestarian kebudayaan oleh masyarakat saat ini harus terus dilakukan dengan berbagai kegiatan, seperti penyelenggaraan festival, antara lain Festival Desa Sanur dan Festival Tirtha Gangga (Karangasem).

Kemudian, Festival Pertanian (Badung), Festival Tanah Lot (Tabanan), Festival Nusa Penida (Klungkung), dan Festival Petitenget di Kabupaten Badung.

“Semua kegiatan tersebut dilakukan secara gotong-royong oleh masyarakat setempat dalam memajukan dan melestarikan seni budaya di tengah derasnya globalisasi,” ujar politikus asal Kecamatan Kuta Selatan, Badung.

Tama Tenaya mengatakan, kegiatan festival budaya memberi motivasi kepada orang Bali terus berkarya dalam bidang seni dan budaya. Tanpa ada ajang semacam festival, tentu pelestarian seni budaya akan mengalami degradasi oleh kebudayaan modern.

“Sebab pelestarian seni budaya tersebut harus dilakukan pementasan, sehingga dengan pementasan kebudayaan tersebut akan ada semangat untuk melestarikan dan mendorong untuk merekonstruksi kesenian yang selama ini mulai diambang kepunahan. Sebab bagi penari akan memiliki kebanggaan jika saat menari ditonton banyak orang, termasuk wisatawan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, saat menghadiri pembukaan “Festival Petitenget” pada Jumat (14/9) mengatakan ajang festival harus terus dikembangkan karena sebagai wujud pelestarian seni dan budaya.

Selain itu juga menjadi daya tarik para wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Ia mengharapkan, kebangkitan seni dan budaya di desa setempat adalah merupakan wujud pelestarian kebudayaan yang harus diteruskan kepada generasi muda.

“Saya mendukung dan mendorong para generasi muda dalam pelestarian seni dan budaya Bali. Karena wisatawan ke Bali tujuannya melihat kebudayaan orang Bali, disamping juga pemandangan alam yang indah,” katanya. (Ant)

Lihat juga...

Isi komentar yuk