LKKS Berharap Kerja Sama Damandiri-PT Dihidupkan Lagi

Editor: Koko Triarko

1.494
Ketua Harian Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Sumatra Barat, Parlagutan Nasution/Foto: M. Noli Hendra 
PADANG – Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Sumatra Barat, yang fokus bergerak untuk mengentaskan kemiskinan hingga ke pelosok desa, tidak diragukan lagi. Banyak kegiatan yang telah dilakukan, dengan sasaran membantu masyarakat kurang mampu.
Ketua Harian LKKS Provinsi Sumatra Barat, Parlagutan Nasution, mengatakan untuk membantu masyarakat kurang mampu tidak cukup bergerak satu lembaga saja, tapi butuh semua pihak untuk saling bekerja sama.
Seperti di LKKS, dalam menyalurkan bantuan dari donator, LKKS berbupaya menyalurkannya secara tepat sasaran. Sebut saja bantuan dari Yayasan Damandiri tentang kesehatan, yakni pembangunan jamban. Tahun ini dari Yayasan Damandiri ada 1.000 jamban yang diberikan dan disebarkan di seluruh daerah di Sumatra Barat. Upaya itu, bagian dari membantu masyarakat yang kurang mampu.
“Untuk penyaluran jamban telah selesai Agustus 2018, kemarin. Ke depan, kita berharap khusus bantuan jamban ini jumlah alokasi dari Yayasan Damandiri ke Sumatra Barat diperbanyak, karena 1.000 jamban itu tidak ideal untuk 19 kabupaten dan kota,” katanya, Kamis (6/9/2018).
Untuk itu, LKKS melihat ke depan Yayasan Damandiri perlu bekerja sama dengan perguruan tinggi di Sumatra Barat, sehingga target untuk mengentaskan kemiskinan bisa tercapai dalam jangkauan area yang lebih luas.
Parla mengatakan, Yayasan Damandiri pernah bekerja sama dengan perguruan tinggi di Sumatra Barat, seperti Universitas Taman Siswa, Universitas Andalas, dan beberapa perguruan tinggi lainnya.
Ketika itu, dengan adanya kerja sama dengan perguruan tinggi, dapat melibatkan Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya) di daerah.
“Jadi, kalau melibatkan perguruan tinggi ini mahasiswa yang hendak KKN (Kuliah Kerja Nyata) bisa mengabdikan diri ke Posdaya. Di Posdaya cukup banyak tahu tentang kondisi sosial di lingkungan masyarakat, dengan adanya mahasiswa KKN bisa turut dilibatkan,” ucapnya.
Hal yang demikian, menurut LKKS Sumatera Barat, perlu dihidupkan kembali, bekerja sama dengan perguruan tinggi. Artinya, ketika LKKS lebih meyasar kepada kondisi masyarakat kurang mampu sampai ke daerah pelosok, sementara mahasiswa bisa mempraktikkan pengetahuannya ke masyarakat yang merupakan anggota dari Posdaya.
Tidak hanya perguruan tinggi di Sumatra Barat, juga cukup banyak mendirikan Posdaya, seperti Universitas Taman Siswa, sejak adanya kerja sama dengan Yayasan Damandiri lalu dan kini sudah tidak ada lagi kerja sama, Posdaya masih tetap berjalan, karena ada dukungan dari program Tabur Puja.
“Saya rasa, jika kerja sama ini kembali terjalin, maka akan banyak Posdaya yang bermunculan, dan dengan demikian akan membuat kondisi kemiskinan di Sumatra Barat akan berangsur-angsur lebih baik,” sebutnya.
Bahkan, katanya, dulu ada istilah koordinator wilayah untuk membagi pengembang Posdaya di Kota Padang. Untuk itu, alangkah lebih baiknya, peran perguruan tinggi dihidupkan kembali.
Menurutnya, dengan adanya partisipasi perguruan tinggi, akan mampu meningkatkan keberhasilan pelaksaan program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bagi daerah Sumatra Barat.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.