Luna Maya-Clift Sangra Berkolaborasi dalam Film Horor

Editor: Makmun Hidayat

270
Luna Maya - Foto: Akhmad Sekhu

JAKARTA — Kebanggaan tersendiri bagi Luna Maya mendapat peran sebagai Suzzanna dalam film ‘Suzzanna: Bernapas dalam Kubur’. Sebuah film produksi Soraya Intercine Films yang berkisah tentang cinta dan kesetiaan.

Karakter Suzzanna yang dilakoni Luna ini, dibuat semirip mungkin dengan Suzzanna oleh make up karakter handal yang didatangkan langsung dari Rusia untuk mengobati kerinduan masyarakat pada horor klasik yang dulu biasanya diperankan oleh ratu film horor Indonesia legendaris tersebut.

“Selama delapan bulan saya menahan tidak bicara project film ini akhirnya lega karena sekarang saya bisa share mengenai informasi film ini,” kata Luna Maya dalam acara press conference peluncuran trailer film ‘Suzzanna: Bernapas dalam Kubur’ di Kantor Soraya Intercine Films Jl. KH Wahid Hasyim No. 3 Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018).

Perempuan kelahiran Denpasar, Bali, 26 Agustus 1983 itu membeberkan dirinya memang sudah sekian harus menutupi keterlibatannya dalam film ini.

“Saya sudah biasa bicara di press conference, tapi jujur baru kali ini deg-degan banget dan gugup sekali,” beber artis film yang mengawali kariernya sebagai model dan kemudian mulai terjun ke dunia peran pada 1999 sebagai pemeran pendukung dalam film 30 Hari Mencari Cinta.

Bagi Luna, film ini dirasakan tantangannya sangat berat dengan perjalanan proses produksi film yang sangat panjang.

“Membawa nama besar mendiang Suzzanna juga menjadi beban banget tersendiri bagi saya pribadi,” ungkap Pembawa Obor Olimpiade Beijing 2008 dan Duta WWF Indonesia 2008.

Membintangi film ini, Luna menjadi kebanggaan tersendiri dan berharap hasilnya memuaskan. “Dengan film ini, saya ingin dapat mengobati kerinduan masyarakat pada film Indonesia horor klasik,” harapnya.

Sewaktu dikasih peran ini, Luna langsung serta-merta mempertanyakan dirinya, apakah secara fisik bisa menyerupai mendiang Suzzanna? “Tapi ternyata make up effect-nya yang tak tanggung-tanggung, luar biasa dan benar-benar profesional ditangani oleh ahli special effect dari Rusia, saya terbang ke Rusia dan cetak muka, ternyata hasilnya 98 persen menyerupai Suzzanna yang membuat saya jadi percaya diri memerankannya,” paparnya.

Adapun mengenai dialognya, Luna setiap hari diriya harus mendengarkan cara Suzzanna bicara hingga sampai pada gaya bicara Suzzanna agar ia bisa benar-benar dapat memerankan sosok Suzzanna. “Dengan film ini, saya berharap Suzzanna benar-benar ‘bangkit’ dalam film ini,” tegasnya.

Luna menceritakan dirinya harus mau makan bunga melati dalam sebuah adegan iconic, sebagaimana yang dulu dilakukan Suzzanna. “Saat saya mau makan melati, awalnya saya takut sakit perut, tapi ternyata tidak apa-apa dan buktinya Suzzanna makan melati bertahun-tahun tidak apa-apa, pengalaman yang seperti ini sungguh sangat berkesan,” tandasnya.

Film ini, kata Luna, meski film horor, tapi menyampaikan pesan moral tentang cinta dan kesetiaan. “Tema cinta dan kesetiaan dalam film ini adalah tema abadi yang disampaikan film-film dari zaman dulu sampai sekarang ini,” tuturnya.

Sementara aktor senior Clift Sangra, yang juga mantan suami mendiang Suzzanna, menyebut seni peran pada hakekatnya adalah ilmu seni untuk menciptakan dan memainkan peran sebagai seseorang tokoh tertentu baik di atas pentas teater maupun dalam film layar lebar.

Clift Sangra – Foto: Akhmad Sekhu

Oleh karena itu, Clift membimbing Luna Maya yang didaulat untuk memerankan karakter Suzzanna dalam film ‘Suzzanna: Bernapas dalam Kubur’ besutan sutradara Rocky Soraya dan Anggy Umbara, yang menghadirkan cerita baru dengan tetap mempertahankan kekhasan sosok Suzanna dalam berbagai film horornya.

“Saya bangga mengetahui sosok Suzzanna akan kembali dihadirkan dalam film. Apalagi, di media sosial sudah sejak lama para penggemar Suzzanna menanyakan kapan ada film Suzzanna,” kata Clift Sangra dalam acara serupa.

Clift mengaku kaget saat melihat Luna Maya. Awalnya, ia tak ada gambaran saat Luna harus memerankan Suzzanna. “Saat mengunjungi lokasi syuting, baru saya terhentak dengan penampilan Luna pertama kali buset mirip banget,” ungkapnya.

Cift menilai 90 persen Luna mirip dengan Suzzanna. “Saya berharap kemiripan tersebut dapat dilihat oleh penonton di dalam bioskop nantinya saat film ini tayang nanti,” harapnya.

Selama syuting, Clift membimbing Luna dengan memberi tahu mengenai semua kebiasaan Suzzanna. Hal itu ia lakukan demi mendukung Luna dapat memerankan Suzzanna yang mendekati Suzzanna semirip mungkin selama berada di depan kamera.

“Saya memberi tahu mengenai semua kebiasaan Suzzanna pada Luna Maya tentang keseharian, dialog, ketawa seperti apa sampai jalannya Bunda Suzzanna seperti apa,” bebernya.

Selain membimbing Luna, Clift juga turut main dalam film tersebut bersama dengan sederet bintang-bintang film ternama, seperti di antaranya Herjunot Ali, Teuku Rifnu Wikana, Alex Abbad, Verdi Solaiman, Asri Welas, Opie Kumis, Ence Bagus, dan lain-lain.

Adapun, produser Sunil Soraya menyampaikan, bahwa film ini dikerjakan dua tahun terakhir. “Kita membuat cerita baru, tetapi enggak kehilangan style film Suzanna di masa lalu,” ungkapnya.

Sunil membeberkan sejumlah adegan klasik di beberapa film Suzzanna dihadirkan dalam film ini, seperti di antaranya, adegan makan satai, makan bunga melati dan bermain piano. Setting waktu dalam film ini pun dibuat era tahun 1980-an.

“Ada juga adegan komedi, tetapi kami perbaharui. Sosok Junot pun kami buat seperti tahun 1980-an,” beber Sunil.

Film “Suzanna: Bernapas dalam Kubur” rencananya akan tayang di seluruh bioskop Tanah Air pada 15 November 2018 mendatang.

Baca Juga
Lihat juga...