UNS Rumah Spirit of Java Luncurkan Jawametrik

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

310

SOLO — Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) kembali meluncurkan sebuah terobosan untuk pengembangan budaya Jawa.

Program ini dinamakan Jawamaterik, sebuah sistem pengukuran yang melakukan perangkingan terhadap Perguruan Tinggi, lembaga, institusi, dan organisasi pendidikan formal, informal, dan non-formal yang secara konsisten turut menangkar dan mengembangkan budaya di dalam dan luar negeri.

Rektor UNS, Prof Ravik Karsidi di sela peluncuran Javanese Cultural Matric menjelaskan, Jawametrik tidak hanya ditujukan untuk pengukuran saja, akan tetapi untuk memberikan informasi dari berbagai lembaga di seluruh dunia yang melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan budaya Jawa.

Database yang berasal dari Jawametrik akan menginformasikan tentang pusat, kegiatan, penelitian, acara budaya, sumber daya, ahli, dan artefak budaya Jawa di seluruh dunia yang memungkinkan lembaga-lembaga tersebut untuk terhubung dan saling bekerjasama.

“Peluncuran ini kita tandai dengan mengirimkan surel undangan kepada 83 universitas institusi budaya dari dalam dan luar negeri untuk berpartisipasi dalam survei. Hasilnya diharapkan untuk dapat diumumkan pada akhir Oktober 2018 nanti,” ujar Retor UNS kepada awak media, Kamis (27/09/2018).

Setidaknya ada sembilan poin yang masuk kriteria Jawa metrik. Di antaranya profil lembaga studi, jumlah Sarjana dan Pelajar Studi, jumlah Penelitian Studi, jumlah Sastra dan Koleksi Media, jumlah Acara, jumlah Artefak Jawa Koleksi, tindakan peningkatan kesadaran dan pengakuan nilai Jawa, dan penggunaan Bahasa Jawa setiap hari.

“Metrik ini diharapkan dapat menghubungkan dan mengembangkan jaringan antarinstitusi kebudayaan di seluruh dunia, dengan perhatian dan komitmen yang besar untuk terus berkembang,” jelasnya.

Ditambahkan Pro Ravik, UNS bertekad menjadi pusat pengembangan ilmu, teknologi, dan seni yang unggul di tingkat internasional dengan berlandaskan pada nilai-nilai luhur budaya nasional. Kota Solo, sebagai jantung pulau Jawa dan sumber utama kebudayaan Jawa memiliki lokasi startegis, demikian pula UNS yang berdiri pada tahun 1976 telah berkembang pesat menjadi universitas terkemuka di Indonesia.

“Hingga 2018 ini UNS telah memiliki 11 fakultas dan sekolah pascasarjana. Masing-masing telah memahat dan mengukir prestasinya sendiri-sendiri,” urai Ravik.

Termasuk dalam bidang pengembangan kebudayaan Jawa sebagai salah satu warna dasar kegiatan akademik sekaligus identitas unik yang kuat. UNS, sebutnya, memiliki program studi Sastra Jawa sejak didirikan (1976) dan mendirikan Javanology Institute sebagai pusat studi budaya Jawa pada 2011 untuk memfasilitasi penelitian, kolaborasi budaya dalam bentuk art performance, konferensi, seminar, dan kegiatan akademik lainnya

2018 UNS kembali memperkuat komitmen dengan mengembangkan sistem perengkingan dan jaringan bagi lembaga budaya, para ahli, seniman, budayawan, kritikus budaya, dan stake holder sehingga menghasilkan sistem jaringan budaya dunia yang lebih luas dan terukur guna mengawal peradaban dunia yang lebih baik, maju, dan berkualitas.

“Oleh karena itu kami menyebut UNS adalah rumah Jawametrik, dan Solo sebagai the spirit of Java,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...