MA Buka 937 Formasi CPNS

Editor: Mahadeva WS

321
Sekjen MA Achmad Setya Fudjoharsoyo - Foto M Hajoran Pulungan

JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) memanggil putra-putri terbaik bangsa yang ingin menjadi abdi negara di bidang peradilan. Terdapat 937 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan ditugaskan di MA dan lenbaga peradilan di bawahnya yang ada di seluruh Indonesia.

Sekjen MA, Achmad Setyo Pudjoharsoyo mengatakan, formasi CPNS MA tahun ini, untuk mencukupi kebutuhan pegawai di lingkungan MA dan lembaga peradilan di bawahnya. Di 2017 lalu, MA telah merekrut 1.000-an hakim. Dan di tahun ini, MA membutuhkan CPNS lain, untuk mendukung kerja hakim di pengadilan.

“Ada lima jabatan atau posisi yang ditawarkan yakni, Analisis Perkara Peradilan, Analis Sumber Daya Manusia Aparatur, Analis Kepegawaian Ahli Pertama, Pengelola Sistem dan Jaringan dan Pranata Komputer Ahli Pertama. Dari 937 formasi itu, hanya Jabatan Analisis Perkara Peradilan yang dikhususkan untuk lulusan sarjana hukum berjumlah 325 formasi,” kata Achmad Setyo Pudjoharsoyo, Senin (24/9/2018).

Penerimaan dari jalur umum 287 formasi, jalur cumlaude 28 formasi, jalur disabilitas tujuh formasi, dan sarjana hukum dari Papua dan Papua Barat berjumlah tiga formasi. Dua jabatan lain yakni, Analis Sumber Daya Manusia dan Analis Kepegawaian Ahli Pertama, berjumlah 429 formasi, yang dibuka untuk sarjana hukum dan sarjana bidang lainnya. “Seperti sarjana ilmu administrasi, ekonomi, psikologi, ilmu pemerintahan, sosiologi, politik, kebijakan publik. Artinya, peserta lulusan sarjana hukum akan bersaing dengan sarjana ilmu lain dalam CPNS tahun ini,” ujarnya.

Jabatan Analis Sumber Daya Manusia Aparatur, dibuka 390 formasi. Terdiri dari jalur umum 339 formasi, jalur cumlaude berjumlah 39 formasi, jalur disabilitas berjumlah delapan formasi dan Papua dan Papua Barat berjumlah empat formasi. Jabatan Analis Kepegawaian Ahli Pertama dari jalur umum, ada 100 formasi. Terdiri dari jalur umum 90 formasi, jalur cumlaude sembilan formasi, jalur disabilitas berjumlah satu formasi.

Sedangkan, dua jabatan lain yaitu Pengelola Sistem dan Jaringan serta Pranata Komputer Ahli Pertama tersedia 221 formasi. Khusus untuk lulusan D-III atau S-1 Teknik Informatika dan Manajemen Teknik Informatika, S-1 Ilmu Komputer. Jumlah tersebut, terbagi dalam kategori jalur umum, jalur cumlaude, jalur disabilitas, jalur peserta dari Papua dan Papua Barat.

“Syarat usia saat melamar dibatasi minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun, bagi lulusan sarjana atau magister. Sedangkan persyaratan akademik minimal Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 2.75 sebagai syarat umum. Persyaratan umum lainnya adalah berkelakuan baik atau tidak pernah dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Pelamar juga tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, anggota TNI atau Polri,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...