Makan Gratis Melon Hibrida, Si Imut dari Mekarsari

Editor: Satmoko Budi Santoso

274

JAKARTA – Mekarsari merupakan tempat beraneka macam ragam buah dari Sabang sampai Merauke ada di sana. Tidak hanya itu, Mekarsari juga membudidayakan buah-buah lokal yang jauh lebih baik dan bagus dari buah manca negara.

Firman Setiawan, Marketing Komunikasi Taman Buah Mekarsari, menjelaskan, bahwa melon hibrida yang menjadi buah unggulan Mekarsari mendapatkan apresiasi yang begitu tinggi karena rasanya yang sangat manis, krispi. Ukurannya pun kecil sehingga mudah dibawa.

Melon hibrida Mekarsari MKS SH1 dan MKS SH2 itu, merupakan dua varietas melon hibrida F1 hasil rakitan Tim Pemulia Taman Buah Mekarsari.

Green House Melon Hibrida – Foto M Fahrizal

Melon SH1 dan SH2 merupakan hibrida silang tunggal yang dirakit persilangan antar-galur-galur elit Mekarsari yang dihasilkan melalui serangkaian seleksi ketat, dimulai sejak tahun 2000-an. Hasil persilangan itulah, membuat melon hibrida Mekarsari SH1 dan SH2 sebagai varietas melon eksotik.

Keunggulan kedua varietas ini, yaitu memiliki umur panen yang sangat cepat dan lebih cepat dibanding melon varietas Apollo, Kinanti, dan Madesta, yakni 75 hari setelah tanam.

Melon SH1 memiliki karakteristik bentuk buah oval, sedangkan SH2 berbentuk bulat. Melon SH1 dan SH2 memiliki warna kulit buah yang relatif sama, yaitu kuning menyala dan berdaging buah oranye. Namun memiliki tekstur daging buah yang berbeda.

Daging buah melon hibrida mekarsari SH1, memiliki daging buah yang tebal, rasanya manis, lembut, dan berair serta berwarna oranye. Untuk melon hibrida mekarsari SH2, warna daging buahnya sama oranye, tapi perbedaan di tekstur daging buahnya, lebih garing, renyah, manis, dan memiliki sedikit air.

Anak-anak TK Inasuha, Cicadas, Gunung Putri, Bogor, berkunjung ke green house Melon Hibrida – Foto M Fahrizal

Selain itu, keduanya mampu menghasilkan 2 buah dalam satu tanaman, rasa manis buahnya bisa mencapai 16 brix, dan bobot buahnya 0.8-1.2 kg/buah.

Dikatakan lagi, bahwa event yang saat ini sedang berlangsung yakni makan Melon Gratis merupakan program rutin yang berkonten buah dan tanaman. Saat ini Mekarsari memang sedang menggalakkan melon hibrida Mekarsari yang cukup panjang rangkaiannya.

“MKS akan di-launching betul- betul ke pasaran di bulan Desember. Rencana awal ingin di bulan Oktober, namun bergeser dikarenakan memang kita ingin memperkenalkan produk unggulan,” katanya, Kamis (20/9/2018), di kantor Taman Buah Mekarsari.

Firman menambahkan bahwa event yang berlangsung selama beberapa hari ke depan merupakan bagian dari rangkaian launching dalam arti pra-event. Mekarsari memperkenalkan produk melon Mekarsari ke pengunjung dengan melakukan tur keliling kebun yang biasanya panen jambu biji kristal, atau salak.

Pengunjung menikmati Melon Hibrida – Foto M Fahrizal

Namun dengan adanya event ini dan memang ada panen Melon unggulan kita, maka pengunjung akan mampir ke green house dengan mencicipi melon yang sudah disiapkan atau masuk masa panen.

“Event ini rangkaian atau bagian dari launching di bulan Desember nanti,” jelasnya lagi.

Seperti yang dikatakan Rahman, salah satu pengunjung berasal dari Jakarta, ia kalkulasi atau hitung-hitungan keuntungan, jika dirinya membeli bibit melon, untuk selanjutnya melakukan budidaya Melon Hibrida tersebut.

“Saya tertarik untuk mengembangkan usaha Melon Hibrida karena pertama masa berbuah yang terbilang cepat yakni sekitar tiga bulan. Perputaran uang, saya rasa cukup bagus, dengan harga jual yang juga bagus,” katanya, Kamis (20/9/2018) di green house Melon Hibrida, Taman Buah Mekarsari, Jakarta.

Lain halnya, Ibu Mumun, warga bogor ini datang ke Mekarsari dalam rangka refreshing dengan ibu-ibu lainnya, setelah mendampingi anaknya belajar Manasik Haji. Dirinya tidak mengetahui jika hari ini ada acara makan melon gratis.

“Iya harga tiketnya itu Rp50 ribu sudah termasuk tiket masuk, kereta keliling, dan makan melon gratis. Jika ingin membeli, harga melonnya terbilang murah, Rp25 ribu. Rasanya enak, beda sama melon yang dijual pada umumnya di pasar. Kalau yang ini lebih garing gitu,” jelas Ibu Mumun, ibunya Rizky yang bersekolah di TK Al-Inasuha, Cicadas, Gunung Putri, Bogor.

Baca Juga
Lihat juga...