Mbak Tutut Apresiasi Perjuangan Atlet Baseball-Softball

Editor: Makmun Hidayat

340

JAKARTA — Ketua Dewan Pembina Pengurus Besar Perserikatan Baseball-Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi), Siti Hardiyanti Rukmana atau akrab disapa Mbak Tutut memberikan apresiasi kepada para atlet baseball dan softball, telah berjuang memberikan yang terbaik untuk Indonesia pada pesta Asian Games 2018.

“Terima kasih atas perjuangan kalian, sehingga sekarang sudah naik peringkatnya, untuk putri (tim softball) sekarang sudah rangking 6 Asian, sedangkan putra (tim baseball) rangking 7 Asian Games. Ini sangat luar biasa,” kata Mbak Tutut saat ramah tamah di hadapan para atlet dan pelatih usai pesta Asian Games 2018, di rumahnya di Jalan Adiwinata, Menteng, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Menurut perempuan energik ini, memang tidak semudah membalikkan tangan untuk juara itu karena harus terus berlatih. “Jika berhenti berlatih pasti kita akan kehilangan waktu. Maka kita harus terus berlatih jika ingin meraih juara,” dorong Mbak Tutut.

Pada kesempatan tersebut, Mbak Tutut dengan candanya mencontohkan. Yakni kata beliau, seperti anak gajah (Donny Kesuma), atlet baseball yang sukses meraih prestasi bersama timnya menjadi juara pada Sea Games.

Seketika, para atlet pun tertawa mendengar candaan Ibu Tutut menyebut Donny Kesuma “anak gajah”. Donny yang duduk tak jauh dari Mbak Tutut, pun tersenyum.

“Karena dulu anak gajah ini (Donny Kesuma-Red.) kurus sekali. Tiap hari kita dorong latihan sampai jadi juara Sea Games. Dan itu harus diulang kembali oleh kalian,” ujarnya.

Ketua Dewan Pembina PB Perbasasi, Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut saat memberikan sambutan pada acara ramah tamah di rumahnya di Menteng, Jakarta, Selasa (4/8/2018) malam – Foto: Sri Sugiarti

Mbak Tutut menegaskan, untuk menjadi juara itu tergantung usaha kita sendiri. Kalau kita tidak putus asa dalam berlatih, insha Allah kita akan menjadi juara.

Sebaliknya, lanjut Mbak Tutut, kalau kita malas berlatih, maka kita tidak akan menjadi juara. Jadi semua tergantung dari keinginan, harapan dan kemauan kita.

“Mau sampai gimana sih kita ini, kalau hanya untuk sekedar rangkingnya naik terus bisa. Tapi untuk jadi juara harus lebih giat latihan lagi,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Mbak Tutut juga menyampaikan rasa senangnya dipanggil “Bude” oleh para atlet baseball-sofball dan pelatihnya. Sebutan ini menurutnya, menjadikan lebih dekat seperti layaknya keluarga. Begitu pula saat dirinya berada di tengah-tengah anggota Kirab Remaja, Mbak Tutut dipanggil Bunda. Sebutan bunda ini juga memberi warna kekeluargaan.

“Kalau di Kirab Remaja, saya dipanggil Bunda. Kalau di baseball-softball, saya dipanggil Bude. Saya senang sekali dipanggil Bude, jadi lebih dekat, lebih familiar, dan lebih gampang saya jewernya,” tukas putri sulung Presiden Soeharto ini sambil tertawa.

Kenapa dikatakan lebih mudah jewernya? “Iya dong kan kalau Bude boleh dong jewer-jewer kalau kalian nakal malas latihan,” kata istri Indra Rukmana ini disambut gelak tawa para atlet menambah kehangatan suasana.

Untuk meraih juara, menurutnya, memang semua atlet harus rajin berlatih tidak hanya di cabang olahraga softball dan baseball. Tapi juga di semua cabang olahraga, seperti di badminton pastinya demikian.

Jadi tegas Mbak Tutut, kembali lagi terpulang kepada hati nurani kita masing-masing. Dan juga tentunya tergantung pengurusnya dalam membimbing keluarganya ini untuk menjadi juara atau tidak.

Apalagi Ketua Umum PB Perbasasi, Andika M.Y. Monoarfa paling muda diantara cabang olahraga lainnya. Maka Mbak Tutut berharap, sebagai nahkoda harus meneruskan perjuangan jangan sampai putus asa dalam membimbing para atlet baseball dan softball yang merupakan keluarga.

“Sekali lagi, saya ucapkan terimakasih atas perjuangan kalian. Saya yakin kalian sudah berjuang semaksimal mungkin untuk Indonesia,” ujarnya.

Kembali Mbak Tutut atau Bude Tutut dalam candanya kepada para atlet, bahwa dirinya sengaja mengundang mereka ramah tamah ini dalam rangka perbaikan gizi usai segala larangan makanan saat Asian Games.

“Memang saya sediakan karena untuk memperbaiki gizi. Jadi jangan berhenti makan ya sampai kenyang. Malam ini silahkan bergembira, nyanyi dan nari juga boleh. Asal jangan berdiri di atas meja ya,” kata Mbak Tutut disambut gelak tawa para atlet.

Lihat juga...

Isi komentar yuk