Mekarsari Koleksi 25 Pohon Sukun, Buahnya Enak dan Diminati

Editor: Makmun Hidayat

339

BOGOR — Pernah makan sukun goreng yang biasanya dijual Rp3.000 hingga Rp5.000 per potong di tukang gorengan? Saat digoreng, sukun terasa gurih dan kering. Walaupun harganya cukup tinggi dibandingkan jenis gorengan lainnya, tapi sukun tetap memiliki tempat tersendiri di kalangan penikmat gorengan.

Staf Produksi TBM. Anna Sartika Hutapea, menunjukkan bunga sukun – Foto: Ranny Supusepa

Staf Produksi Kebun Taman Buah Mekarsari (TBM), Anna Sartika Hutapea, mengatakan dalam keluarga nangka nangkaan, sukun termasuk buah yang susah untuk dikembangbiakkan. Hal inilah yang menyebabkan jarang sekali ditemukan pohon sukun. Kalaupun ada harganya juga akan mahal.

“Sukun ini rada susah untuk dikembangbiakkan. Pengembangbiakan sukun biasanya melalui stek akar. Jadi kita gali dulu, lalu melukai akarnya. Dari akar yang dilukai ini, baru tumbuh tunasnya,” kata Anna kepada Cendana News di perkebunan sukun Taman Buah Mekarsari, Jumat (31/8/2018).

Selanjutnya bisa kembangbiakan menjadi pohon yang besar. “Kalau kita lakukan stek batang itu biasanya tidak akan muncul tunasnya,” imbuhnya.

Anna menambahkan, tidak setiap proses stek akar ini bisa berhasil. Tingkat keberhasilannya bergantung pada kondisi kesehatan si tanaman tersebut.

“Dari kecil hingga tumbuh besar daun sukun ini butuh waktu yang cukup lama. Pohon sukun koleksi Taman Buah Mekarsari saat ini berjumlah 25 pohon. Itu pun sudah ditanam sejak dari Taman Buah Mekarsari ini berdiri. Tapi, biasanya pada umur 5 tahun pohon sukun sudah mulai berbuah,” ujar Anna lebih lanjut.

Seperti tumbuhan lainnya, tumbuhan sukun pun memiliki hama yang perlu diwaspadai yaitu penggerek.

“Tidak seperti pohon nangka yang memiliki banyak musuh, pada saat tumbuh besar, sukun ini hanya memiliki dua musuh, yaitu penggerek buah dan penggerek batang. Biasanya kalau terkena penggerek, pohon akan layu karena jaringannya termakan,” ujar Anna.

Sementara itu, Kepala Kebun, Rendra menyatakan bahwa setiap kali panen sukun banyak yang membeli. “Sukun ini dalam setahun bisa panen 2 kali. Setiap kali mau masuk hujan, pohon sukun biasanya merontokkan daunnya. Nanti setelah itu akan berbuah lagi,” tuturnya.

Modelnya hampir seperti pohon Jati. Setiap kali panen bisa menghasilkan kira-kira 10 kg buah sukun kalau dihitung dari buahnya. “Beratnya itu bisa sekitar 1 kilo per buah. Di sini biasanya kita jual Rp5.000 per buah,” kata Rendra.

Anna menambahkan, selain rasanya yang enak, yang membuat sukun diminati banyak orang adalah karena sukun bisa diolah menjadi banyak makanan.

“Sukun ini banyak peminatnya karena pengolahannya bisa banyak. Bisa digoreng atau seperti yang dilakukan oleh anak UGM dijadikan es krim. Dikukus aja juga enak,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...