Melaspas, Sucikan Bandara Bali

Editor: Satmoko Budi Santoso

197

BADUNG – Proses pembangunan fasilitas di Bandar Udara Gusti Ngurah Rai untuk mempersiapkan penyambutan internasional Annual Meeting IMF-WB 2018 telah selesai. Bahkan sudah dilakukan verifikasi dan evaluasi final pengembangan beberapa fasilitas tersebut.

Terkait hal itu, pihak bandara melakukan serangkaian kegiatan upacara adat melaspas pada Jumat (28/9/2018).

Acara ini dilakukan sesuai dengan kepercayaan Agama Hindu, bahwa fasilitas yang baru selesai dibangun akan dilakukan pembersihan serta penyucian secara tradisi sebagaimana yang ada di Bali.

Upacara melaspas merupakan upacara adat yang dilakukan untuk mewujudkan rasa syukur dan mendoakan keberadaan fasilitas serta bangunan yang baru.

General Manager Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi.-Foto: Sultan Anshori.

General Manager Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi mengatakan, upacara melaspas dilakukan atas rampungnya semua proyek tahap awal bandara pada bangunan dan fasilitas seperti Apron Sisi Barat, Apron Sisi Timur, Sewage Treatment Plant (STP), Gedung VVIP, Base Ops TNI AU I Gusti Ngurah Rai , Line Maintenance Airline, dan gedung parkir bertingkat

”Di Bali yang kental dengan adat istiadat, kami wajib mengadakan ritual upacara melaspas sebelum dipergunakannya bangunan dan fasilitas secara keseluruhan. Sebelumnya, kami sudah melakukan upacara prayascita untuk Apron Barat dan Apron Timur. Pada hari ini dilakukan upacara melaspas secara keseluruhan untuk fasilitas pendukung,” ucap Yanus, saat ditemui di sela-sela acara melaspas yang dilangsungkan di apron baru sisi barat.

Kata Yanus lagi, dengan selesainya pembangunan fasilitas penunjang Annual Meeting lMF-WBG 2018 di Bandar Udara | Gusti Ngurah Rai, selain memohon keselamatan, upacara melaspas juga bertujuan agar segala kegiatan yang berlangsung di bandar udara dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya suatu hambatan.

Proyek tersebut telah dilakukan sejak Januari 2018 dan siap dioperasikan pada akhir September 2018.

Berakhirnya upacara melaspas di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, juga menandai berakhirnya rentetan upacara adat yang dimulai dari adanya upacara Prayascita, Byakala Durmanggala, dan Upacara Mecaru.

Maka, fasilitas dan bangunan baru yang dimiliki oleh Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai telah siap untuk diresmikan dan digunakan untuk pagelaran Annual Meeting lMF-WB 2018, berupa kegiatan operasional secara keseluruhan.

“Selanjutnya, acara peresmian akan dilakukan sampai dengan waktu yang belum ditentukan. Kami berharap acara peresmian segera dilakukan,” pungkas Yanus.

Upacara melaspas adalah juga disebut upacara megempong asuh atau weraspati asuh yang artinya menyatukan laut dengan darat sehingga menjadi satu kesatuan. Ke depan diharapkan ada keseimbangan dan keharmonisan misalnya bagi para pegawai Bandara Ngurah Rai Bali.

“Artinya aspek sekala dan niskala sudah dipenuhi oleh pihak manajemen bandara. Jelas tujuan kita untuk mengembalikan kesucian wilayah bandara. Karena bandara ini merupakan pintu masuk jagat Bali,” kata Jro Made Mangku Made Sangka, selaku tokoh Bali. Upacara melaspas dipimpin Ida Pandita Darmika Satwika dari Griya Denpasar Jalan Sedap malam.

Baca Juga
Lihat juga...