Memancing Belut di Sawah, Cara Anak-anak Penengahan Isi Libur Akhir Pekan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

523

LAMPUNG — Liburan dan isi waktu luang saat akhir pekan kerap dimanfaatkan keluarga untuk pergi ke tempat wisata. Meski demikian bagi anak-anak di Desa Padan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan bermain di area persawahan merupakan hiburan murah meriah dan menyenangkan.

Umar Saputra (11), salah satu murid Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah bersama puluhan teman lain yang bersekolah di SD dan SMP mengaku kerap bermain bola kaki dan mencari belut atau lindung di sawah.

Bermodalkan pancing dan senar yang dibeli di warung, Umar menyusuri pematang sawah di kaki Gunung Rajabasa. Lokasi menjadi tempat hidup belut yang ditandai buih buih putih disertai lubang tempat hidup belut menjadi tempat pemberhentian berikutnya.

“Kalau hari biasa bersama teman sebaya mencari belutnya kerap dilakukan saat siang hingga sore, karena paginya harus sekolah, tapi kalau liburan sejak pagi hingga sore,” terang Umar yang ditemui Cendana News tengah mencari belut di area persawahan desa setempat, Minggu (23/9/2018).

Lokasi pencarian belut diakui Umar Saputra biasanya area sawah yang ditanami padi usia 30 hari setelah tanam atau lebih. Lahan tanaman padi yang sudah menghijau bahkan ditumbuhi rumput liar, kangkung dan genjer sekaligus menjadi habitat binatang berkulit licin tersebut.

Setelah menemukan lokasi yang tepat, anak anak biasanya akan memasukkan pancing sembari menunggu umpan cacing ditelan. Tarik menarik menjadi momen yang ditunggu berpadu dengan kegembiraan saat umpan disambar belut.

“Butuh kesabaran, karena di setiap lubang tidak selalu menjadi tempat bersembunyi belut sehingga harus pindah ke lubang yang lain,” terang Umar.

Hasil tangkapan belut dengan cara memancing dikumpulkan [Foto: Henk Widi]
Rahmat, salah satu rekan Umar mengungkapkan, mencari belut menjadi hiburan di kampung tersebut. Pergi ke tempat wisata bahkan tidak pernah dilakukan karena disini dapat menikmati keindahan alam pegunungan Gunung Rajabasa dipadukan dengan sawah menghijau serta aliran sungai mengalir sepanjang waktu.

Diterangkan, setiap anak memiliki tugas masing masing, mulai dari mencari umpan, memancing, membersihkan belut hingga dibakar atau dipepes.

Proses memancing belut dalam sehari bisa memperoleh puluhan ekor ukuran kecil hingga ukuran besar.

“Setelah dibersihkan dengan cara dicuci selanjutnya belut diberi bumbu garam, kunyit, daun kemangi, cabai hijau, lalu dipanggang pada bara api,” beber Rahmat.

Hasan (40) salah satu pemilik sawah menyebut kerap mengingatkan untuk tidak merusak tanaman padi. Meski demikian ia menyebut tetap membiarkan anak-anak di desanya mencari belut di sekitar sawah.

Kebersamaan anak anak saat mencari belut menjadi salah satu kesempatan bersosialisasi dengan teman sebaya. Bermain di persawahan sekaligus menjadi cara berekreasi setelah sepekan belajar di sekolah sekaligus ikut membantu orangtua menghalau burung serta menjaga ternak seperti kambing, bebek, ayam agar tidak masuk ke area persawahan.

Baca Juga
Lihat juga...