Menanti Terwujudnya Desa Mandiri Lestari di Sumbar

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

207

PADANG — Wilayah Sumatera Barat yang kaya dengan hasil bumi dan didukung oleh letak geografis yang terdiri dari laut, pegunungan, dan bentangan dataran yang luas, membuatnya menjadi daerah penghasil pangan yang bagus. Mulai dari hasil pertanian dan perkebunan, juga tangkapan nelayan di laut lepas, yang turut menopang perekonomian masyarakatnya.

Keberadaan potensi ini, dipandang layak menjadi Desa Mandiri Lestari. Karena secara prinsipnya adalah sebuah kerjasama atau gotong-royong antara semua elemen masyarakat modern.

Prinsip lainnya ialah pola pikir serta pola kerja yang sehat, produktif, inovatif dan adaptif, serta mandiri dalam memanfaatkan nilai dan sumber daya lokal yang ada.

Bahkan Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Sumatera Barat telah menyiapkan tiga kabupaten dan kota yang dinilai layak didirikan Desa Mendiri Lestari yang merupakan salah satu program Yayasan Damandiri.

Seperti yang dikatakan oleh Supervisi Project Managing Unit (PMU) Tabur Puja Wilayah V Sumatera, Edi Suandi, Sumatera Barat sudah lama siap untuk Desa Mandiri Lestari. Buktinya, telah ada tiga daerah yang dinilai layak.

“Tiga kabupaten itu yakni Kabupaten Pasaman, Pesisir Selatan, dan Solok Selatan. Tiga daerah itu memiliki potensi dan masyarakat yang bagus menurut LKKS Sumatera Barat,” katanya, Jumat (28/9/2018).

Ia menjelaskan, untuk dua daerah yakni Kabupaten Pasaman dan Pesisir Selatan daerahnya merupakan daerah pertanian, perkebunan dan perikanan, serta juga merupakan desa yang menerapkan Smart Farming. Di sana, masyarakatnya dibina untuk menjalankan ekonomi kreatif yang mampu mengelola potensi yang ada.

Supervisi Project Managing Unit (PMU) Tabur Puja Wilayah V Sumatera Edi Suandi. Foto: M. Noli Hendra

“Untuk daerah Pasaman dan Pesisir Selatan ini masyarakatnya adalah dari Jawa atau merupakan wilayah transmigrasi. Mereka dinilai sangat bagus menjalankan roda perekonomian di daerahnya,” jelasnya.

Selain itu Edi juga mengatakan dari sisi kelompok yang dibina selama ini juga telah terorganisir dengan baik. Di Sumatera Barat soal pertaniannya bahkan telah menjadi sentra, salah satunya di kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok yang merupakan pusat bawang merah untuk wilayah Pulau Sumatera. Belum lagi soal pertanian untuk sayur-sayuran, petani di Sumbar cukup banyak, seperti di Kabupaten Solok, Tanah Datar, Agam, Kota Padang Panjang dan beberapa daerah lainnya.

Sedangkan untuk pertanian sawah, di Sumatera Barat daerah yang memiliki beras kelas premiun yakni Bareh Solok, juga menjadi beras andalan yang sudah terkenal di tingkat nasional. Lalu untuk hamparan sawah, di Kabupaten Pesisir Selatan, Tanah Datar, dan juga di Kabupaten Pasaman memiliki lahan yang luas.

“Kita di Sumatera Barat ini soal pertanian tidak perlu diragukan lagi. Tidak hanya di sisi pertanian pangan, tapi dari sisi perkebunan lain juga cukup banyak, seperti berkebun sawit, gambir, pinang, dan banyak lagi,” ujarnya.

Dengan terbentuk Sumbar menjadi Desa Mandiri Lestari, maka ruang Yayasan Damandiri untuk mengentaskan kemiskinan akan semakin fokus, karena telah adanya sebuah kawasan yang terus dibina. Sebab, Desa Mandiri Lestari tersebut, targetnya ialah menjadikan sebuah desa terlepas dari pra sejahtera.

“Soal Desa Mandiri Lestari ini sudah lama melakukan pemetaannya. Apabila nanti ada Desa Mandiri Lestari, kita akan bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa atau Nagari untuk menyukseskannya,” tegasnya.

Baca Juga
Lihat juga...