Mencicipi Sayur Nangka Kelapa ala Maumere

Editor: Satmoko Budi Santoso

206

MAUMERE – Bisnis kuliner di Kabupaten Sikka terutama di Kota Maumere selama 3 tahun terakhir berkembang pesat. Terutama karena hadirnya berbagai rumah makan dan penjual kuliner yang menempati pasar senja Kampung Kabor. Serta di bagian belakang Gelora Samador Maumere yang menjajakan aneka kuliner, sejak sore hingga tengah malam.

“Menjamurnya bisnis kuliner membuat konsumen tidak kesulitan saat membuat acara atau pesta. Kapan saja bila ingin makan kita bisa membeli makanan siap saji di sepanjang jalan di Kampung Beru yang menjual makanan hingga Subuh,” sebut Mery Parera, warga Maumere, Sabtu (8/9/2018).

Bisnis kuliner pun sudah lama dirintis Sherly Irawati, Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kabupaten Sikka yang selalu mendorong para perempuan untuk mengembangkan usaha dan membuka bazar dengan menampilkan aneka masakan serta minuman karya mereka agar bisa dikenal pembeli.

Sherly Irawati salah seorang pengusaha kuliner di kota Maumere yang juga Ketua Iwapi Kabupaten Sikka. Foto: Ebed de Rosary

“Salah satu makanan lokal yang juga digemari pembeli yakni sayur nangka kelapa yang juga dijual di setiap pameran dan bazar termasuk setiap hari Sabtu pagi di lokasi car free day di Jalan El Tari Maumere,” sebut Sherly saat ditemui Cendana News, Sabtu (8/9/2018) siang.

Untuk membuat sayur nangka kelapa, bahan yang dibutuhkan, sebut Sherly, yakni nangka muda yang telah dipotong kecil-kecil, kelapa setengah tua yang diparut, kacang panjang yang telah dipotong kecil-kecil serta santan kelapa.

“Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah bawang merah, bawang putih, sedikit kunyit, Lombok besar, Lombok kecil, terasi, daun jeruk, gula pasir, kunyit serta penyedap rasa secukupnya sesuai selera,” ungkapnya.

Untuk membuatnya, jelas Sherly, pertama-tama nangka yang sudah dipotong kecil-kecil direbus hingga lembek lalu diangkat dan ditiriskan airnya. Sementara bumbu yang sudah disiapkan dihaluskan lalu ditumis menggunakan minyak goreng secukupnya.

“Setelah bumbu yang ditumis terasa harum, masukkan nangka yang sudah direbus, kacang panjang yang telah dipotong serta kelapa parut sambil terus diaduk hingga merata,” terangnya.

Setelah sayuran dan bumbu diaduk hingga merata, masukkan segelas santan kelapa dari kelapa asli sambil terus diaduk hingga merata. Air santan meresap hingga mengering lalu diangkat dan siap dihidangkan.

“Biasanya, kami jual dalam mika atau wadah plastik ukuran kecil dengan harga satu mika Rp5 ribu dan sering laku terjual. Banyak warga yang sudah mulai menyenangi dan selalu membeli setiap kami menjual. Sebab harganya murah dan enak disantap,” ungkapnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk