Mensos Sambangi Penyandang Disabilitas, Tumbuhkan Semangat Kreatif

Editor: Satmoko Budi Santoso

145

SOLO – Menteri Sosial (Mensos) RI, Agus Gumiwa Kartasasmita, melakukan serangkaian kunjungan di Solo, Jawa Tengah. Salah satu di antaranya adalah mengunjungi para siswa disabilitas yang berada di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof Dr. Soeharso, Solo.

Perhatian Menteri Agus Gumiwa salah satunya tertuju pada siswa keterampilan bordir. Meski terlahir dengan tangan dan kaki yang tidak seperti anak pada umumnya, semangat yang terlihat pada dua siswa tersebut tampak luar biasa. Hal inilah yang menurut Menteri Sosial RI patut diapresiasi dan diberi semangat lebih.

“Itu membuat apa,” tanya Menteri Agus Gumiwa kepada salah satu siswa yang tengah asyik menjahit bagian celana, Kamis (13/9/2018).

Meski sempat diajak berbincang dengan Menteri, keduanya pun tak canggung untuk berinteraksi. Bahkan, meski terlihat cukup cekatan dalam menjahit dan membordir, keduanya mengaku belum lama menjadi siswa di BBRSBD.

“Siswa baru Pak. Baru sekitar dua bulan,” jawab Rahayu, salah satu siswa berjilbab penyandang disabilitas yang mengenakan seragam pramuka.

Tak hanya Rahayu, rekan yang ada disampingnya juga tak luput dari perhatian Menteri Sosial. Secara terang-terangan, anak yang berasal dari Celukan, Grogol, Sukoharjo itu mengaku jika ada hal yang sulit saat harus membordir bagian celana.

“Sulitnya bordir itu kalau bikin pola. Kalau untuk lainnya alhamdulillah lancar,” ucap Eko Prasetyo.

Saat masuk di BBRSBD, Eko mengaku lebih tertarik bidang elektro ketimbang keterampilan menjahit ataupun bordir. Hanya saja saat ujian pendaftaran dirinya tak lolos masuk bidang elektro. “Pertama kali ingin di elektro tapi tidak masuk. Akhirnya pilih bordir saja. Mudah-mudahan dari sini bisa mencari ilmu untuk bekal masa depan,” paparnya.

Pihak sekolah sendiri mengaku memberikan keterampilan sesuai dengan ketertarikan siswa. Kendati demikian, sekolah juga memberikan pengarahan agar siswa mampu belajar sesuai dengan keterampilannya.

“Kita berikan pendampingan, dan ajari sesuai apa yang mereka inginkan. Untuk fak ketrampilan bordir ini kita ajarkan cara buat baju, celana, mukena dan lain sebagainya,” tambah Tri Handayani selaku guru pendamping.

Agar siap menjalani usaha setelah menempuh pendidikan di BBRSDB, pihak sekolah juga membekali berbagai keahlian lainnya yang masuk bidang keahlian siswa. Yakni memberikan keahlian hal-hal yang akan dibutuhkan saat di tengah masyarakat nanti.

“Seperti hal-hal kecil di bidang keterampilan menjahit. Misalnya bagaimana vermak celana, atau ganti resleting. Kita ajarkan supaya mereka benar-benar bisa mandiri,” tandasnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk