Menuju Bali Hijau, Perangi Sampah

Editor: Satmoko Budi Santoso

117

BADUNG – Gubernur Bali, Wayan Koster, menyambut baik penyelenggaraan World Clean Up Day (WCD) 2018 yang merupakan gerakan internasional dalam memerangi sampah.

Aksi ini dilaksanakan serentak di seluruh dunia pada 15 September 2018 dan Indonesia merupakan salah satu negara yang turut serta dalam aksi memerangi sampah khususnya sampah plastik tersebut.

Menurut Koster, kegiatan WCD sesuai dengan visi misi program Pemprov Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yakni menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya demi terwujudnya masyarakat Bali yang sejahtera.

Gubernur Bali Wayan Koster – Foto Sultan Anshori

“Saya menyambut baik kegiatan ini karena sesuai dengan visi misi Pemprov Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yakni menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya. Serta terwujudnya masyarakat Bali yang bahagia dan sejahtera, baik Sekala dan Niskala,” ucap Gubernur Koster, di sela-sela kegiatan World Clean Up Day yang dilaksanakan di Pantai Kuta, Badung, Sabtu (15/9/2018).

Ditambahkan Koster, aksi bersih-bersih ini juga sejalan dengan filsafat Sat Kerthi yakni Atma Kerthi, Danu Kerthi, Segara Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi serta Jagat Kerthi. Kegiatan WCD  merupakan pelaksanaan dari salah satu bentuk kegiatan Segara Kerthi.

“Kegiatan seperti ini akan terus kami jalankan dengan satu regulasi agar bisa berjalan dengan baik dan terkelola, rutin, serta berkelanjutan. Hal ini akan kami tuangkan dalam peraturan gubernur terkait pelarangan penggunaan bahan plastik, pengelolaan sampah dari hulu sampai hilir,” ungkap Koster.

Pada kesempatan tersebut, Koster mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut peduli dengan kebersihan lingkungan serta ikut andil dalam pengurangan sampah plastik. Ia berharap dengan adanya peraturan tersebut, Bali akan semakin bersih dan hijau menuju masyarakat yang sehat.

Sementara itu, Yoga Iswara selaku panitia mengatakan, WCD diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran manusia akan isu sampah yang sudah menjadi isu kritis dan didiskusikan di berbagai negara.

“Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara “Suksma Bali” untuk merefleksikan terima kasih dan penghargaan terhadap Bali tercinta, tempat kita bersama dianugerahi kehidupan. World Clean Up Day 2018 hari ini serentak dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota se-bali dan merupakan gerakan dunia,” pungkasnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk