Minim Lahan Pertanian, Kota Bekasi Kembangkan Sistem Hidroponik

Editor: Makmun Hidayat

197

BEKASI — Dinas Pertanian dan Perikanan (Dinastanikan) Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, melakukan terobosan pengembangan lahan sempit melalui sistem hidroponik dalam menjaga ketahanan pangan di Kota Patriot.

“Terus menyusutnya lahan sawah di Kota Bekasi, Dinastanikan mencoba ke arah hidroponik melalui media air. Hal itu dilakukan secara perlahan agar masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk penanaman dengan menggunakan media air,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Pertanian, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi, Ani Maryam, Senin (10/9/2018).

Dikatakan, lahan pertanian khususnya sawah di Kota Bekasi, saat ini, luasnya hanya tinggal 425 hektar. Luas lahan itu, imbuh Maryam, hanya 2 persen milik masyarakat sisanya sudah dimiliki oleh pengembang. Karena peruntukan sudah disetujui untuk lokaso perumahan dan lainnya.

“Tetapi oleh pengembangan lahan persawahan itu diperbolehkan pemanfaatannya digarap masyarakat, dengan perjanjian sewaktu-waktu lahan diperlukan untuk dibangun maka masyarakat harus sukarela menyerahkan lahannya,”ujar Maryam di kantor Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kecamatan Bantargebang.

Menurutnya, melalui pemanfaatan lahan pinjam pakai dari pengembagan tersebut, Kota Bekasi melalui Dinas Pertanian, bertekad menjaga ketersediaan pangan dari hasil pertanian lokal, agar tidak 100 persen tergantung dari luar.

Berbagai terobosan dilakukan harapannya, lanjut Maryam bagaimana pertanian di Kota Bekasi tetap bertahan untuk menjaga ketahanan pangan.

“Kita butuh makan, salah satunya ketahanan dalam persediaan makanan menjadi program negara meski Kota Bekasi terus berkembang menjadi Kota Metropolis, pertanian harus tetap dipertahankan meskipun lahan pertanian terus berkurang. Maka solusinya pemanfaatan pekarangan sempit dengan tanaman menggunakan media air. Kedepan Dinastanikan Kota Bekasi akan mengembangkan tanam padi dengan sistem hidroponik,” pungkas Maryam.

Baca Juga
Lihat juga...