Momen Singkat Mbak Tutut Dengan HMS Solo Raya

Editor: Mahadeva WS

1.116

SOLO – Kedatangan Siti Hardijanti Rukmana, di Ndalem Kalitan, menjadi momentum tak terlupakan bagi masyarakat pecinta sosok Presiden ke-2 Indonesia, Jendral Besar H.M Soeharto. Putri pertama Presiden Soeharto itu tak canggung untuk menemui bahkan berfoto bersama. 

“Ini dari mana?” tanya singkat Mbak Tutut kepada sejumlah perwakilan komunitas Haji Muhammad Soeharto (HMS) yang datang ke Ndalem Kalitan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (12/9/2018) siang.

Tidak hanya menyapa, Mbak Tutut juga tidak canggung saat diminta untuk berswa foto sejumlah pengurus HMS Solo Raya. “Mohon maaf Ibu, boleh minta foto bersama,” ucap pelan salah satu pengurus HMS Solo, Iwan sambil mengambil gadgetnya.


Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut Soeharto, berfoto bersama dengan komunitas Haji Mohammad Soeharto (HMS) Solo Raya, di Ndalem Kalitan – foto Harun Alrosid.

Momentum yang sangat jarang ditemukan inipun, juga dimanfaatkan rekan HMS lainnya yang turut serta berswafoto. Bahkan ada salah satu anggota HMS yang membawa piagam yang ditandatangani Presiden Soeharto untuk bisa berfoto bersama dengan Mbak Tutut. “Ini asli tanda tangan Pak Soeharto,” papar Iwan sambil menunjuk piagam yang dibawanya.

Menurut anggota HMS, sosok Presiden Soeharto saat ini banyak dirindukan oleh rakyat Indonesia. Kondisi di Indonesia saat ini semakin hari bukan semakin baik, namun justru semakin merosot. Tidak hanya soal ekonomi, stabilias nasional, angka kemiskinan, persoalan pangan dan masalah lain seperti tidak kunjung membaik.

Bahkan melihat kondisi berbangsa saat ini, sosok Soeharto masih menjadi presiden yang benar-benar dekat dengan rakyatnya. “Deket artinya bisa nguwongke rakyat. Bukan dekat hanya sekedar pencitraan lho,” papar Arif, anggota HMS Solo.

Menurut Arif, jasa besar Presiden Soeharto untuk Indonesia, karena benar-benar mencurahkan tenaganya untuk bangsa dan negara. Memberikan yang terbaik bagi rakyatnya, baik sandang, pangan dan papan, semuanya bisa diwujudkan dalam program trilogi pembangunan. “Kita semakin tahu bagaimana sebenarnya sosok presiden yang benar-benar dicintai oleh rakyatnya. Tidak hanya kerja agar dilihat rakyat, tapi bagaiamana rakyat benar-benar merasakan hasil kerja keras presiden,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...