MUI Dukung Pusat Belanja Jadi Destinasi Wisata Islami

Editor: Satmoko Budi Santoso

188
Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LPH & SDA) MUI, Hayu Prabowo. Foto: Sri Sugiarti.

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung realisasi Indonesia sebagai destinasi wisata muslim dunia dengan menjadikan pusat belanja sebagai wisata Islami.

Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LPH & SDA) MUI, Hayu Prabowo mengatakan, ini mengingat jumlah wisatawan muslim mancanegara meningkat tajam, merupakan potensi pasar besar bagi Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

“Untuk mewujudkan Indonesia sebagai destinasi wisata islami, maka pusat belanja sebagai salah satu destinasi wisata perlu memposisikan diri untuk menangkap peluang ini,” kata Hayu pada Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menjadikan Pusat Belanja sebagai Destinasi Wisata Islami” di kantor MUI Pusat, Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Salah satu cara, sebut dia, dengan memberikan fasilitas, barang dan jasa, sesuai dengan kebutuhan wisatawan muslim domestik maupun mancanegara.

Menurutnya, tujuan orang berwisata karena tiga hal, yaitu untuk menikmati keindahan alam, budaya dan obyek buatan manusia. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan beragam kekayaan alam maupun budaya, sangat potensial untuk dikembangkan menjadi salah satu tujuan wisata mancanegara.

Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kementerian Pariwisata, Oneng Setia Harini (tengah) pada FDG bertajuk “Menjadikan Pusat Belanja Sebagai Destinasi Wisata Islami” di kantor MUI Pusat, Jakarta, Jumat (21/9/2018) sore. Foto : Sri Sugiarti.

Untuk mendukung ini, telah ditetapkan Peraturan Menteri (Permen) Pariwisata No 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan bahwa pembangunan kepariwisataan harus bertumpu pada konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Tujuan ini, menurutnya, sangat selaras dengan tujuan Lembaga PLH dan SDA MUI. Mengingat Indonesia sebagai negara dengan jumlah umat muslim terbesar di dunia. Masyarakatnya hidup dalam harmoni bersama dengan agama lain dan terbuka, serta toleran terhadap perbedaan. Maka, timbul gagasan untuk mengembangkan wisata muslim atau wisata islami, moslem friendly tourism.

Maksudnya, wisata islami adalah menjadikan kegiatan wisata biasa sebagai kegiatan ibadah. Maka, penyelenggaraannya memadukan antara nilai wisata umum dan nilai-nilai keislaman. Apalagi, sebut dia, berbelanja adalah kegiatan yang paling populer bagi wisatawan.

“Maka pusat perbelanjaan dapat menangkap peluang ini dengan memberikan kemudahan bagi pengunjung dan wisatawan muslim untuk memenuhi kebutuhan. Mulai dari tempat makan halal, tempat ibadah, kamar kecil, dan komoditas untuk umat muslim,” ungkapnya.

Disampaikan dia, berdasarkan survei yang telah dilakukan beberapa pusat belanja di Jakarta, telah memberikan fasilitas cukup baik untuk pengunjung muslim. Terdapat peningkatan jumlah pengunjung dan juga waktu berkunjung saat berada di pusat belanja.

Hayu berharap, dari FGD ini, mendapat perumusan tindak lanjut untuk merealisasikan gagasan moslem friendly mall dan moslem friendly tourism. Yakni, industri atau perusahaan seperti mall bisa ramah terhadap kaum muslim di saat mereka berwisata atau berkunjung.

Moslem friendly tourism, misalnya, meskipun pemilik hotelnya bukan muslim, tapi sangat ramah terhadap orang Islam dengan fasilitas islami. Begitu juga pusat belanja memberikan kenyaman wisata yang islami,” jelasnya.

Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kementerian Pariwisata, Oneng Setia Harini menambahkan, wisata islami itu pasarnya bagus sekali. Tentu ini menjadi peluang untuk Indonesia menjaring wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia.

“Destinasi wisata islami, memberikan kenyamanan tidak saja bagi umat muslim, tapi juga non-muslim,” ujarnya.

Menjadikan pusat belanja sebagai wisata islami, menurutnya, harus direalisasikan dengan kerja sama membuat tim pilot project moslem friendly mall.

“Memang perlu contoh dulu, sehingga nanti bisa ditiru yang lain. Jadi perlu komitmen pemilik mall untuk destinasi wisata islami di pusat perbelanjaan tersebut,” tandasnya.

Ini menurutnya, menjadi tujuan utama yang harus digagas lagi dengan MUI. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) juga sudah siap untuk menghadirkan pusat perbelanjaan islami.

Baca Juga
Lihat juga...