Musim Kemarau, Warga Olah Hasil Kebun Jadi Bahan Kuliner

Editor: Makmun Hidayat

226

LAMPUNG — Musim kemarau yang melanda wilayah kabupaten Lampung Selatan berimbas pada kekeringan kebun milik warga.

Mastijah (60), salah satu warga Desa Padan Kecamatan Penengahan menyebut dampak kemarau membuat singkong dan ganyong mengalami kekeringan hingga kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan gaplek, tiwul serta tepung.

Singkong yang ditanam oleh warga Padan diakuinya merupakan jenis singkong jahe dengan ciri khas lebih pulen,lembut dan berukuran besar. Saat kemarau meski daun singkong sudah rontok namun umbi singkong masih tersimpan di tanah.

Singkong yang sudah dipanen, menurut Mastijah diolah menjadi bahan makanan tradisional diantaranya gaplek, gaplek, oyek. Singkong dalam kondisi bagus bahkan masih bisa diolah menjadi kerupuk singkong yang dikenal dengan opak.

“Singkong jahe memiliki ukuran besar kerap diolah menjadi beragam makanan tradisional terutama saat musim kemarau memanfaatkan sinar matahari untuk proses penjemuran,” terang Mastijah, salah satu warga Desa Padan saat ditemui Cendana News, Sabtu (15/9/2018).

Kerupuk opak diakui Mastijah dibuat olehnya sebagai cadangan pangan karena bisa disimpan dalam wadah kedap udara. Selain bisa digunakan untuk cadangan pangan, ia memastikan sebagian warga lain kerap membeli kerupuk opak dengan harga Rp10.000 perikat berisi sebanyak 20 lempeng opak kering. Opak kering selanjutnya bisa digoreng untuk bisa disantap sebagai lauk makan atau sebagai camilan dengan menggunakan sambal tomat.

Kebun milik warga digunakan untuk menanam singkong dan ganyong – Foto: Henk Widi

Selain itu, bisa diolah menjadi gaplek untuk bahan pembuatan gatot yang direbus dan dicampur dengan kelapa parut. Selain dibuat menjadi gaplek singkong juga kerap diolah menjadi tiwul atau beras singkong untuk pengganti nasi beras. Sebab nasi tiwul singkong memiliki khasiat untuk penderita diabetes. Jenis bahan makanan berupa tiwul, opak kerap bisa disimpan dalam waktu lama sebagai stok unutk dijadikan camilan.

Selain singkong, Mastijah juga menyebut memanfaatkan ganyong sejenis tumbuhan mengandung umbi yang kerap ditanam di sela-sela pohon pisang. Saat kemarau ia menyebut tanaman ganyong tidak terlihat karena mengalami proses perontokan daun.

Proses pemanenan ganyong dilakukan dengan menggali, selanjutnya dilakukan proses pencucian dan diparut untuk mendapatkan saripati ganyong. Saripati ganyong berbentuk tepung akan dijemur selama satu hari hingga kering.

Proses pengolahan singkong menjadi bahan kuliner disebutnya dibagi untuk proses pembuatan gaplek, oyek terutama jenis singkong berukuran kecil. Singkong ukuran besar kerap dibuat menjadi opak dengan cara menggiling singkong lalu dikukus, diberi bumbu merica dan bawang putih. Setelah semua bumbu dicampurkan, bahan dicetak dengan ukuran pipih sebelum dijemur. Opak kerap dicetak berbentuk bulat atau lembaran dan dijemur memanfaatkan sinar matahari.

“Tepung saripati ganyong bisa disimpan dalam waktu lama bisa digunakan sebagai bahan pembuatan cendol, lambang matah sebagai kuliner tradisional,” beber Mastijah.

Berbagai bahan makanan tersebut diakui Mastijah sangat pas dibuat ketika musim kemarau. Sebab proses penjemuran singkong, tepung ganyong lebih mudah dilakukan dibandingkan saat musim hujan.

Mbik,salah satu warga Desa Kelaten menjemur singkong dan gadung menjadi bahan makanan – Foto: Henk Widi

Saat musim hujan proses penjemuran kerap terhambat bahkan gaplek singkong kerap berjamur akibat hujan. Bahan makanan tersebut juga sekaligus menjadi stok pangan bagi warga saat musim kemarau.

Mbik, salah satu warga Desa Kelaten menyebut di musim kemarau dirinya juga melakukan pengolahan singkong dan gadung. Singkong dan gadung disebutnya diolah secara tradisional sebagai bahan makanan dan menjadi bahan kuliner pelengkap makanan pokok.

Kreasi kuliner dari bahan makanan yang diperoleh dari kebun, diakuinya bisa menjadi alternatif saat musim kemarau. Sebab meski musim kemarau, upaya kreatif untuk menciptakan bahan makanan bisa menjadi cara mengatasi kekurangan bahan makanan.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.