Musim Kering, PDAM Jamin Distribusi Air Tetap Lancar

Editor: Mahadeva WS

153
Dirut PDAM Balikpapan Haidir Effendi – Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Memasuki musim kering, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Balikpapan menjamin, ketersediaan air bersih untuk warga di daerahnya, masih aman hingga tiga bulan ke depan.

Direktur Umum PDAM Balikpapan, Haidir Effendi mengungkapkan, kondisi waduk Manggar, yang menyediakan air bersih untuk warga Balikpapan, masih dalam kondisi aman. Kondisi dua pekan lebih tidak turun hujan, diklaim belum mempengaruhi kondisi air waduk. “Kondisi aman persediaan air di waduk, hanya ada perbaikan pipa bocor,” tegasnya Senin, (24/9/2018).

Saat ini, persediaan air di Waduk Manggas mencapai sembilan meter lebih, dan kondisi tersebut dipastikan aman. “Turun, tapi tiga bulan masih aman. Prediksi dari BMKG akan hujan pada Desember nanti,” urai Haidir Effendi.

Namun demikian, warga harus mulai melakukan upaya menampung air, karena PDAM Balikpapan mengalami penurunan kapasitas produksi. Instalasi Pipa Air Minum (IPAM) Kampung Damai, dalam beberapa hari ini mengalami penurunan suplai, ada laporan dari pelanggan yang bermukim di daerah atas dan daerah jauh, instalasi IPAM kampung Damai, distribusinya tidak lancar.

“Distribusi tidak lancar karena adanya kerusakan dan kebocoran pada jalur pipa transmisi air baku yang mengirim air baku dari waduk Manggar menuju IPAM kampung Damai mengalami kerusakan. Pergerakan pada tanah mengakibatkan terjadinya kebocoran pada pipa air baku,” jelasnya.

Menurut Haidir, Tim PDAM Kota Balikpapan, menjadwalkan pelaksanaan perbaikan pipa transmisi 600 mm Steel, dilokasi Hutan Transad Kilometer delapan, pada Selasa (25/9/2018). Target perbaikan kebocoran maksimal 1 x 24 Jam. IPAM Kampung Damai mengalami penurunan kapasitas produksi sekira 40 meter kubik per jam.

Selama pelaksanaan perbaikan, Jalur Pipa  Baku yang mengirim  Air Waduk Manggar Akan ditutup sementara. “Selanjutnya IPAM Kampung Damai hanya berproduksi dengan Kapasitas kecil, yang air bakunya berasal dari sumur bor dengan kapasitas 226 meter kubik per jam, sehingga distribusi air kepada pelanggan Akan terganggu, terutama berimbas bagi pelanggan yang tinggal di daerah pemukiman atas dan jauh dari Instalasi IPAM Kamp. Damai,” sebut Haidir Effendi.

Baca Juga
Lihat juga...