Nasi Goreng, Lezatnya Kuliner Khas Laut Warung Apung

Editor: Satmoko Budi Santoso

145

LAMPUNG – Nasi goreng menjadi salah satu menu favorit penyuka kuliner. Dalam berbagai kondisi dan bisa dikombinasikan dengan berbagai bahan sesuai selera.

Warung apung sea food milik Ernawati (50), salah satu pemilik usaha kuliner asal Wajo Sulawesi Selatan yang menetap di perkampungan nelayan Muara Piluk, tepat di dekat dermaga Muara Piluk, Bakauheni, Lampung Selatan. Berbagai menu yang kerap ditawarkan disebutnya berupa masakan seafood atau dikenal dengan boga bahari.

Ernawati menyebut, sebagai warung berkonsep apung, nasi goreng sea food bisa dinikmati sembari melihat laut Selat Sunda. Berada di dekat dermaga pelabuhan Bakauheni juga membuat pemandangan kapal penumpang bisa dilihat.

Ernawati (kaos hijau) atau kerap dikenal Daeng Erna memperkenalkan beberapa hidangan khas warung apung miliknya [Foto: Henk Widi]
Suasana tersebut, diakui Ernawati, akan semakin menarik saat sore hingga malam hari dengan gemerlapan lampu kapal di laut. Saat siang aktivitas bongkar muat kapal penumpang dan kapal nelayan bahkan bisa dinikmati sembari menyantap sajian kuliner di atas warung apung.

Terinspirasi saat dirinya tinggal di dekat Teluk Bone, tanah kelahirannya, dengan keluarga yang membuka usaha kuliner memanfaatkan hasil laut. Nasi goreng sea food disebut Ernawati yang kerap akrab dipanggil “Daeng Erna” menjadi salah satu menu favorit karena dibuat dengan bahan yang mudah diperoleh.

Semua bahan untuk membuat kuliner sea food khususnya nasi goreng sea food diperoleh dari nelayan yang mencari ikan di Selat Sunda.

“Ada beragam menu yang saya sediakan, salah satunya nasi goreng sea food dengan ciri khas lauk tambahan udang, cumi, rebon serta suiran ikan tuna serta terkadang kerang,” terang Ernawati, pemilik usaha kuliner warung apung sea food di dermaga Muara Piluk, saat ditemui Cendana News, Sabtu (1/9/2018).

Campuran untuk pembuatan nasi goreng sea food, diakui Ernawati, sudah disiapkan secara khusus dengan banyaknya pesanan terutama kala pagi hari. Lokasi yang dekat dengan area perkantoran perusahaan pelayaran pelabuhan Bakauheni dan dermaga eksekutif, membuat warung apung Ernawati cukup dikenal.

Proses pengolahan menu nasi goreng seafood [Foto: Henk Widi]
Dikenal sebagai pusat wisata kuliner sea food, disebut Ernawati, merupakan konsep yang dibuat Dinas Pariwisata Provinsi Lampung guna mengenalkan wisata Menara Siger dan bahari wilayah Bakauheni bersama dengan kuliner khas laut di wilayah tersebut.

Hidangan nasi goreng dibuat dengan bahan utama nasi putih jenis pandan wangi untuk mempertahankan cita rasa dan aroma yang khas. Selain itu bahan lain yang disiapkan, menurut Daeng Erna, di antaranya dua butir telur yang digoreng orak arik, cumi segar yang dipotong tipis tipis, suiran ikan tuna matang, udang putih atau vannamei.

Selain itu bahan utama di antaranya irisan daun bawang, kecap bangau, saus tomat, minyak goreng, garam halus serta penyedap rasa.

Beberapa jenis bumbu halus disiapkan berupa kunyit, bawang merah, bawang putih, lada dan cabai merah secukupnya. Selain itu, sebagai bahan pelengkap berupa acar mentimun, wortel serta taburan bawang goreng serta ebi serta teri nasi khas hasil tangkapan nelayan Muara Piluk.

Proses pengolahan disebutnya cukup sederhana dengan proses menghaluskan bumbu dengan cara ditumis hingga muncul aroma sedap. Cumi, udang dan suiran ikan tuna disertakan pada proses penumisan hingga matang menggunakan minyak goreng secukupnya.

Saat semua bahan awal mulai matang, telur orak arik, daun bawang serta nasi putih bisa dimasukkan dan diaduk hingga merata. Penambah rasa gurih bisa dilakukan dengan menambahkan saus tomat, kecap manis, garam dan penyedap rasa.

Nasi yang sudah matang akan terlihat tercampur sempurna dengan semua bahan sekaligus aroma khas nasi goreng. Setelah nasi goreng sea food matang proses penyajian bisa dilakukan sesuai dengan porsi yang diinginkan dengan taburan ebi kering, bawang goreng, mentimun dan wortel, serta daun kemangi.

“Khusus untuk udang biasanya ada pelanggan yang suka diiris kecil kecil bersama cumi, tapi ada yang suka disajikan utuh,” beber Daeng Erna.

Selain sajian nasi goreng sea food, teman pelengkap berupa jeruk panas serta jeruk dingin kerap selalu mengiringi. Minuman tersebut, diakui Daeng Erna, sebagai minuman menyegarkan namun memiliki fungsi penetralisir hidangan sea food yang dikenal mengandung kadar kolesterol tinggi.

Semua jenis kuliner dihidangkan di warung apung diakuinya disajikan dalam kondisi masak dadakan untuk terciptanya cita rasa yang segar.

Daeng Ernawati bahkan menyebut, untuk memenuhi stok bahan baku ia bekerja sama dengan sejumlah nelayan tradisional. Nelayan yang melakukan penangkapan ikan akan menjual kepadanya selanjutnya disimpan dalam lemari pendingin.

Beberapa hasil laut berupa udang lobster, cumi, ikan tuna, simba kerap diolah menjadi lobster asam pedas, cumi asam manis, cumi hitam, pindang kuning nanas, pindang merah. Minuman pelengkap berupa es rumput laut, es jeruk dan berbagai jus buah pun siap menemani.

Sebagai pemilik usaha kuliner dengan ciri khas masakan Sulawesi Selatan, menu lain yang disediakan disebut Daeng Ernawati cukup beragam. Menu tersebut di antaranya tumbu atau langka dari ketan dan disantap bersama opor ayam.

Selain itu tape ketan putih yang bisa disantap dengan es bisa dinikmati sembari menikmati suasana tepian Selat Sunda dari atas warung apung miliknya.

Semua jenis hidangan kuliner khas khas sea food disebut Daeng Erna semakin mantap saat dinikmati sembari menikmati panorama Selat Sunda.

Hidangan nasi goreng seafood siap disantap sebagai menu sarapan bersama es jeruk [Foto: Henk Widi]
Ida (50) salah satu warga Bakauheni menyebut, hidangan nasi goreng sea food bisa dinikmati dengan hanya cukup merogoh kocek Rp20.000 dengan minuman pelengkap. Sementara beberapa jenis menu kuliner sea food dijual dengan harga paket mulai dari Rp20.000 hingga ratusan ribu sesuai porsi dan jumlah orang yang akan menyantapnya.

“Nasi goreng biasanya hanya disajikan dengan telur, tapi nasi goreng sea food cukup istimewa ada udang, cumi, suiran ikan tuna,” terang Ida.

Suasana warung apung milik Daeng Ernawati di dermaga Muara Piluk Bakauheni digunakan untuk menikmati suasana panorama laut Selat Sunda sembari menyantap hidangan sea food [Foto: Henk Widi]
Ida menyebut, sajian nasi goreng sea food dengan ciri khas campuran berbagai hasil laut cukup menggugah selera untuk makan. Selain itu menikmati hidangan dengan suasana di tepi dermaga memandang laut disertai angin sepoi-sepoi menjadi sensasi saat menikmati kuliner sea food warung apung Daeng Ernawati.

Lokasi yang berjarak sekitar ratusan meter dari Jalan Lintas Sumatera tepat berada di kawasan wisata kuliner dermaga Muara Piluk membuat pecinta kuliner sea food mudah menjangkaunya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk