Nobar Film G 30 S PKI, Ingatkan Kekejaman PKI

Editor: Koko Triarko

387
JAKARTA — Sejumlah tokoh Angkatan 66 menggelar nonton bareng (Nobar) film G 30 S PKI 1965 di Taman Ismail Marzuki (TIM), di antaranya, Fahmi Idris, Bomer Pasaribu, Abdul Gafur, Husni Umar dan juga tokoh bangsa, Din Syamsudin.
“Pemutaran Film G30S/PKI mengingatkan dan menunjukkan kepada kita semua, bahwa PKI telah melakukan pengkhianatan terhadap Pancasila dan membuat pemerintah yang baru dengan pemerintah komunis,” kata Fahmi Idris, dalam sambutannya sebelum pemutaran film, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Minggu (30/9/2018) malam.
Menurut mantan Menteri Perindustrian tersebut, Partai Komunis Indonesia (PKI) telah melakukan dua kali pemberontakan di Indonesia, pada 1948 di Madiun dan G 30 S PKI pada1965, dan hampir yang terbunuh saat itu ulama, pemuda Islam.
“Mereka melakukan gerakan tersebut dengan sadar dan konsisten, dengan pembunuhan dilakukan terhadap para ulama dan pemuda, lalu dimasukkan ke dalam sumur,” ujarnya.
Untuk itulah, katanya, sangat penting sekali film G 30 S PKI ini terus diputar, agar mengatakan semua orang, bahwa PKI itu masih ada dan terus melakukan berbagai cara untuk bangkit kembali. Sehingga, kehidupan berbangsa dan bernegara tidak bisa aman dan tenteram.
“Kalau dulu ada pemuda tahun 66, yang menyelamatkan bangsa ini, yang terkenal dengan Tritura, yang salah satunya bubarkan PKI. Lalu bagaimana dengan saat ini? Untuk itulah perlu pemuda diingatkan dengan pemutar film G 30 S PKI,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Abdul Muis, mengatakan Nobar G 30 S PKI sedianya diikuti oleh Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo. Tapi, hingga saat ini, belum hadir di TIM.
“Dua tahun ini kita menggelar Nobar G 30 S PKI yang dianjurkan oleh Pak Gatot Nurmantyo, guna melihat bagaimana sejarah bangsa saat adanya gerakan PKI, dan mengingatkan kita akan kekejaman PKI,” ujarnya.
Dalam Nobar G 30 S  PKI oleh sejumlah tokoh Angkatan 66, juga dihadiri warga masyarakat.
Baca Juga
Lihat juga...