Ombudsman Berharap OPD di Gianyar Siapkan SOP Pengaduan

Editor: Koko Triarko

1.458
GIANYAR – Ombudsman RI Perwakilan Bali, mengapresiasi langkah-langkah yang diambil Pemkab Gianyar, dalam upaya meningkatkan pelayanan publik. Apresiasi tersebut diberikan usai pihaknya mengunjungi tiga instansi untuk melakukan pemantauan layanan publik.
“Hari ini kami sudah mengunjungi tiga instansi pemerintah di Gianyar, yakni RSUD Sanjiwani, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu,” ucap Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali, Umar Ibnu Alkhatab, Senin (3/9/2018).
Dari hasil kunjungan ke tiga instansi tersebut, Umar Ibnu Alkhatab menyampaikan, bahwa sudah ada perubahan pada pelayanan yang diberikan. Pihaknya menyatakan puas, meskipun ada beberapa catatan yang diberikan, yakni masih adanya sarana dan prasarana yang kurang.
Terkait kekurangan sarana dan prasarana yang dimaksud, Sekda Wisnu Wijaya mengakui bahwa anggaran masih terbatas. Dikatakannya, penganggaran masih diprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan mendasar.
“Nanti secara perlahan akan dialokasikan kepada sarana dan prasarana lainnya, bila anggaran memungkinkan berdasarkan prinsip efisiensi dan efektivitas,” kata Umar.
Pada kunjungan pembinaan yang dilakukan oleh oleh pihaknya, ada beberapa poin yang ditekankan. Pertama, kepada instansi yang telah melakukan pelayanan publik dengan baik, agar meningkatkan sarana dan prasarana yang dimiliki.
Kedua, semua OPD di Pemkab Gianyar diharapkan menyediakan layanan pengaduan, apakah dalam bentuk kotak pengaduan, pengaduan via email maupun web, dan melalui surat tertulis.
“Ketiga, diharapkan semua OPD tersebut menyusun SOP (standard operating procedure) terkait penanganan pengaduan, misalnya berapa lama seharusnya OPD merespon pengaduan masyarakat, itu harus ada standarnya,” jelas pria asal Flores, NTT, itu.
Sementara itu, atas tanggapan yang disampaikan pihak Ombudsman, Sekda Wisnu Wijaya berjanji akan menginstruksikan kepada OPD, agar memiliki SOP penanganan aduan.
“Selama ini, kami memiliki SOP penanganan aduan, tapi itu SOP aksi atau langkah yang kami ambil atas aduan, kami belum memiliki SOP menjawab surat aduan, sehingga begitu ada aduan kami langsung bertindak. Tetapi, kami tidak menyampaikan kepada pihak yang menyampaikan aduan terkait tindakan yang telah kami ambil atas aduan mereka,” ujarnya.
Oleh sebab itu, masyarakat yang menyampaikan aduan merasa aduannya tidak ditindaklanjuti oleh Pemkab, karena mereka tidak mendapatkan laporan atau pemberitahuan. “Ini menjadi PR bagi kami, terima kasih atas pembinaan yang diberikan oleh Ombudsman,” pungkasnya.
Baca Juga
Kemenpora Berdayakan 200 Kader Antinarkoba Bali JAKARTA --- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberdayakan 200 pemuda sebagai kader antinarkoba pada lima kabupaten di Provinsi Bali. "K...
Deklarasi Damai Pilpres 2019, Petakan Potensi Kera... DENPASAR - Deklarasi damai dalam rangka Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada tahun 2019 mendatang, digelar di Bali. ...
Perluasan Bandara Igusti Ngurah Rai Selesai BADUNG – Proyek pengembangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terus dikebut. Salah satu target utamanya adalah untuk mendukung perhelatan IMF ...
Gianyar Terima Bantuan Sosial 2018 Rp44,9 Miliar GIANYAR – Walau Kabupaten Gianyar, Bali, bukan daerah kantong kemiskinan, pemerintah tetap menggelontorkan Bantuan Sosial (Bansos) ke daerah tersebut....
Dilema Perda Kawasan Tanpa Rokok DENPASAR - Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Bali No.10/2011 harus direvisi karena memuat beberapa aturan yang kontradiktif dengan peraturan yang berlak...
Pemilu 2019, KPU Bali Tetapkan 3.028.249 Pemilih DENPASAR  - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali menetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) untuk Pemilu 2019 di daerah ini sebanyak 3.028...
Bali Harus Memiliki Listrik Mandiri DENPASAR - Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengatakan, ekonomi dan pembangunan di Bali yang terus bertumbuh diharapkan dapat didukung oleh seluruh stak...