Onigiri, Kuliner Khas Jepang, Dikenalkan di Bali

Editor: Satmoko Budi Santoso

290

DENPASAR – Onigiri adalah salah satu makanan khas Jepang yang tidak kalah terkenal dari sushi. Dalam bahasa Indonesia disebut dengan nasi kepal karena cara membuat kuliner ini berupa nasi yang dipadatkan saat masih hangat dan dibentuk segitiga.

Kuliner ini seiring waktu mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Bahkan, dapat ditemui di kafe maupun warung makan, khususnya yang menjual masakan Jepang.

Konjen Jepang di Bali mencoba mengenalkan makanan ini kepada masyarakat Bali dalam acara Bon Odori Festival Bali Japan Club ke-25 yang digelar di salah satu restoran di kawasan Sanur Denpasar, Sabtu (8/9/2018).

Megumi suzuki, orang Jepang yang menjual Onigiri.-Foto: Sultan Anshori.

Megumi Suzuki, orang Jepang yang menjual onigiri menceritakan, biasanya onigiri dapat juga dibentuk dalam berbagai bentuk seperti kotak dan bulat atau seperti karung beras, namun onigiri yang banyak dikenal biasanya memiliki bentuk segitiga. Sementara untuk campuran ikan biasanya menggunakan daging ikan salmon atau ikan tuna.

“Sebagai pelengkap dalam onigiri juga disertakan juga Nori atau rumput laut kering digunakan sebagai pembungkus agar lebih mudah dimakan tanpa ada nasi yang menempel di tangan,” jelas Megumi Suzuki saat ditemui Bon Odori Festival Bali Japan Club ke-25, Sabtu (8/9/2018).

Menurut Megumi lagi, biasanya beras yang digunakan untuk membuat Onigiri adalah beras khusus dari negara Jepang. Hal ini karena beras Jepang memiliki tekstur yang lembut dan mudah lengket saat dibuat Onigiri.

Kata Megumi lagi, biasanya di negara asalnya Jepang sana, Onigiri dijadikan makanan sehari-hari seperti saat sarapan pagi atau bekal anak-anak sekolah. Selain itu, Onigiri juga banyak dijual di restoran atau kedai makanan kecil di sana. Harganya pun tidak terlalu mahal, sekitar 97 Yen atau sekitar 1.3000 ribu rupiah.

“Kadang ketika ada tamu ke rumah saya saya sering menyajikan Onigiri kepada mereka. Bagi teman atau kerabat yang orang Indonesia mungkin awalnya tidak biasa makan makanan ini. Tapi lama-lama ketagihan juga,” imbuh wanita asli Jepang yang sudah menetap di Bali selama 23 tahun belakangan.

Onigiri menjadi salah satu buruan masyarakat yang datang di acara Bon Odori Festival Bali Japan Club ke-25. Salah satunya Mede Hendra, ia mengaku penasaran dengan salah satu kuliner sejenis susi ini.

“Karena kebetulan saya diundang oleh teman yang kebetulan orang Jepang, jadi saya datang. Rasanya sih enak tidak jauh beda dengan lemper jika dimakan. Cuma bedanya ini dagingnya dari ikan bukan ayam,” pungkas Made Hendra.

Sekadar tahu, Bon Odori sendiri merupakan festival yang digelar tahunan untuk menyambut musim panas. Biasanya, Bon Odori dilakukan di lapangan terbuka. Di Bali sendiri tidak jauh beda. Istimewanya lagi, Bon Odori Festival Bali Japan Club ini juga dijadikan sebagai temu kangen bagi diaspora Jepang yang tinggal dan menetap di Indonesia, khususnya di Bali.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.