‘Opera Ainun’ Siap Dipentaskan di TIM

Editor: Makmun Hidayat

395

JAKARTA — Pertunjukan ‘Opera Ainun’ yang berkisah tentang cinta dari Presiden RI ke-3, BJ Habibie, dengan istrinya, Ainun, siap dipentaskan di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 15-16 September 2018. Opera yang digelar Lima Dimensi Productions ini diangkat dari buku karya BJ Habibie berjudul ‘Habibie dan Ainun’ yang terbit pada tahun 2010.

Sapti Wahyudi, Ketua Produksi Lima Dimensi – Foto: Akhmad Sekhu

“Opera Ainun ini sangat luar biasa yang kami siapkan dua tahun lebih dan akhirnya akan dipentaskan di TIM untuk kemamjuan industri karya kreatif Indonesia, “ kata Sapti Wahyudi, Ketua Produksi Lima Dimensi, seusai gladi resik pertunjukan ‘Opera Ainun’ di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018) malam.

Sapti membeberkan, melalui Opera ini, Ainun meluapkan sudut pandangnya sebagai sosok di belakang Rudy (BJ Habibie), dalam perjalanan hidup mereka berdua.

“Kisahnya diawali dengan keduanya yang bertemu saat masih remaja hingga akhirnya bertemu kembali saat Habibie sedang pulang ke Indonesia. Seketika keduanya jatuh cinta dan menjalin hubungan yang serius hingga menikah dan tinggal di Jerman, “ bebernya.

Opera Ainun ini, kata Sapti, merupakan murni karya generasi muda Indonesia yang telah digarap sejak Agustus 2016.

“Proses produksi opera ini sangat panjang, mulai dari perumusan konsep cerita, story-book, naskah, dan komposisi musik, yang kemudian dilanjutkan selama 150 menit sesuai standar operatik internasional,“ ungkapnya.

Menurut Sapti, Opera Ainun juga menjadi perpaduan antara budaya tradisional Indonesia dan seni Eropa, di mana peleburan dua tradisi ini akan terlihat pada aransemen musik, tarian, busana, dan tata panggung.

“Melalui Opera Ainun, kami juga ingin memasyarakatkan seni opera dengan suguhan alur cerita yang tidak terlalu berat sehingga kisah inspiratif dari Ibu Ainun dapat tersaji dan dinikmati oleh khalayak masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Pertunjukan yang berdurasi 150 menit itu terdiri dari tiga babak, babak pertama dengan latar di Bandung, Jawa Barat, mengisahkan tentang hari-hari Ainun sebagai dokter muda yang berubah ketika dia bertemu dengan Habibie. Akhirnya, mereka memutuskan untuk pindah ke Jerman.

Kemudian, babak kedua, yang berlatar di Oberforstbach dan Hamburg, Jerman, bercerita tentang karier Habibie sebagai insinyur yang semakin menanjak. Ainun pun memilih untuk menjadi ibu rumah tangga. Keluarga menjadi prioritas sekaligus bentuk kontribusi Ainun dalam mendukung Habibie.

Terakhir, babak ketika berlatar di Jakarta, mengisahkan Habibie yang ditunjuk sebagai pemimpin baru bangsa. Diam-diam, ternyata Ainun sedang sakit keras. Mengetahui hal tersebut, Habibie menyesali seluruh waktu yang tidak sempat mereka habiskan bersama.

Para pemeran Opera Ainun, antara lain, tokoh Ainun diperankan Andrea Miranda dan sosok Rudy Habibie dilakoni oleh Farman Purnama. Kemudian, Arlis dan Suli, dua sahabat Ainun, yang masing-masing diperankan Christine Tambunan dan Renno Krisna. Kedua orangtua Ainun, yakni Bapak dan Ibu Besari dipercayakan kepada Ray Hamonangan dan Fitri Muliati. Adapun, tokoh anak Ilham dan Thareq –putra-putra Rudy dan Ainun– diperankan Muhammad Fauzan dan Abiyyu Barakbah.

Opera ini melibatkan beberapa pelaku seni, seperti komposer ternama Purwa Tjaraka yang tampil live dan full orchestra, penulis skenario Titien Wattimena, sutradara Ari Tulang, dan art director Ria Sirdjono.

‘Opera Ainun’ digelar di TIM pada tanggal 15-16 September 2018 dengan empat kali pertunjukan. Pertunjukan diadakan pada pukul 14.00 dan 20.00 WIB di masing-masing hari. Tiket dapat dibeli di rajakarcis.com dengan harga Rp 750.000 hingga Rp 2.500.000.

Lihat juga...

Isi komentar yuk