Orang Tua di Tolikara Tolak Vaksin MRP

101
Ilustrasi/Foto: Dokumentasi CDN

JAYAPURA – Para orang tua di Karubaga, Ibu Kota Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua, menolak pemberian vaksin measles-rubella dan polio (MRP) kepada anaknya di sekolah.

“Kendala yang kami di Karubaga, selama turun lapangan dan melakukan imunisasi, kami bisa menyebut sekitar 40 persen orang tua dari anak-anak itu menolak untuk divaksin,” kata Herdika Pareang, Petugas Puskesmas Karubaga, Minggu (16/9/2018).

Banyak murid yang tidak bersedia untuk diimunisasi, mereka tidak mendapatkan izin dari orang tuanya untuk disuntik. Alasanya, takut berakibat fatal seperti cacat atau sakit lainnya. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas kesehatan Tolikara, Constan Jikwa mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dengan baik. Namun beberapa waktu lalu, terjadi insiden pemberian vaksin yang dilakukan pada anak epilepsi di Distrik Kurulu, Jayawijaya.

Hal itu mengakibatkan anak tersebut cacat, dan informasinya didengar oleh masyarakat. Hal tersebutlah yang mendorong adanya penolakan dari para guru dan orang tua. “Kami sudah melakukan sosialisasi dan sedang terus melakukan kampanye sosialissai dari distrik ke distrik dan terutama di dalam Karubaga. Tetapi pemahaman orang tua dan guru ini melihat kejadian yang lalu tentang pemberian vaksin terhadap anak yang epilepsi di Kurulu membuat banyak yang menolak,” jelas Constan.

Wakil Kepala Sekolah SD YPPGI Karubaga, Kristian Adi mengatakan, jumlah anak yang menerima vaksin MRP di sekolahnya telah mencapai sekitar 60 persen. Pihak sekolah disebutnya, telah memberikan sosialisasi, namun banyak murid yang menolak untuk disuntik vaksin, karena dilarang oleh orang tua mereka.

“Kami dari sekolah beberapa hari sebelum petugas kesehatan dari puskesmas datang, kami sudah memberikan informasi dan pengarahan kepada murid kami, namun semestinya sosialisasi ini harus lebih aktif dari dinas terkait, sehingga ada pemahaman yang baik dari orang tua. Untuk murid kami khusus di SD YPGI bisa di katakan 60 persen sudah terima imunisasi itu, mereka sangat antusias. Apalagi ini program yang bagus,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...

Isi komentar yuk